Hukum Pelajar dengan Baca Pancasila, Karir Iptu Musa Moncer

Hukum Pelajar dengan Baca Pancasila, Karir Iptu Musa Moncer

Dion Fajar - detikNews
Sabtu, 27 Apr 2013 15:34 WIB
Hukum Pelajar dengan Baca Pancasila, Karir Iptu Musa Moncer
Tuban - Karir Musa Bakhtiar Ardani, polisi yang menghukum 3 pelajar SMK dengan cara disuruh membaca teks Pancasila, terbilang sangat moncer. Dengan usia menginjak usia 36 tahun, pria kelahiran Ngawi telah berpangkat Inspektur Polisi (Iptu) dan menjabat Kanit Pengatur jalan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Tuban.

Namun siapa sangka, polisi bukan merupakan cita-cita Musa semasa kecil. Iptu Musa mengaku sebenarnya bercita-cita ingin menjadi tentara meniru sang ayah yang merupakan perwira berpangkat Kolonel. Namun upayanya mengikuti tes AKABRI gagal.

"Cita-cita awal saya sebenarnya tentara karena ayah kan tentara. Tapi setelah lulus SMA daftar AKABRI ternyata gugur di pantukir," papar Musa kepada detikcom, Sabtu (27/4/2013).

Saat masih muda kala itu, Musa sempat bingung merasakan hidupnya berat karena menganggur. Berjalan 7 bulan saat tahun 1997, ada kesempatan menjadi Bintara polisi. Peluang pun diambil hanya untuk mengisi waktu sambil menunggu pembukaan tes AKABRI berikutnya. Namun keikutsertaan Musa ternyata berlanjut hingga membawanya lolos sampai pantukir akhir.

"Meski ikut tes Bintara Polisi, saya kemudian juga ikut tes AKABRI, jadi jalan bersamaan. Di bintara Polisi sudah sampai pantukir akhir, sedang Akabri masih menginjak tes pantukir awal," kenangnya.

"Saya kemudian berfikir dan menimbang, kalau polisi satu langkah lagi saya jadi, tapi kalau tentara jalan masih panjang, maka kemudian saya milih serius meneruskan tes bintara polisi dan sekolah lagi hingga jadi sekarang ini," sambungnya

Pencapaian karir yang cukup lumayan ini bukannya tanpa perjuangan. Musa mengaku harus sekolah dan mengikuti pendidikan yang memakan waktu dan tenaga.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini