Dengam menggunakan kaos kebanggan berwarna orange han hitam, Boromania berjalan kaki dari halaman Stadion Letjen H Soedirman menuju kantor DPRD Bojonegoro di Jalan Trunojoyo, serta ke kantor Bupati Bojonegoro, Kamis (25/4/2013).
Sambil berjalan kaki, mereka berorasi jika kekalahan tim kebanggaan mereka akibat manajemen Persibo yang dinilai tidak becus bekerja. Sebab, Persibo beberapa kali bertanding di beberapa kompetisi kalah. salah satunya diajang AFC Cup yang menuai beberapa sorotan dari berbagai pihak.
Presiden Boromania Jasmo di sela-sela unjuk rasa mengaku kecewa dengan kondisi Persibo yang saat ini mengalami keruwetan baik dana maupun pemain. Jasmo berharap manajemen bertanggung jawab, dan segera menyelesaikan masalah di internal Persibo.
"Kita berharap adanya perombakan di tubuh manajemen Persibo, dan segera selesaikan masalah di internal Persibo. Jangan dibiarkan Persibo terpuruk," kata Jasmo.
Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bojonegoro sempat memanas, karena
kecewa dengan sikap Bupati Bojonegoro Suyoto. Sebab, setiap kali mereka berunjuk rasa, tidak sekalipun orang nomor satu di Kota Ledre ini mau menemuinya.
Untuk meredam emosi para Boromania, CEO Persibo Lukman Wafi menemui para pengunjuk rasa. Lukman berjanji akan segera menyelesaikan masalah Persibo, dan meminta dukungan semua seporter Boromania.
"Saat ini Persibo kondisinya sulit apalagi urusan dana, karena Persibo sudah tidak mendapat kucuran dana dari konsorsium LPIS. Bahkan kabarnya konsorsium itu sudah bubar," ujar Lukman Wafi di depan Boromania.
Hingga pukul 13.00 WIB, unjuk rasa masih berlangsung, karena massa mengancam akan bertahan di depan kantor bupati, jika tidak ada jawaban tegas dari bupati maupun pengurus Persibo.
Dalam aksinya ini, Boromania juga membagikan selebaran yang berisi 6 tuntutan:
- Meminta dengan hormat kepada Bupati Bojonegoro agar dengan cepat dan turun tangan langsung menyelesaikan seluruh permasalahan Persibo Bojonegoro.
- Meminta dengan hormat kepada Bupati Bojonegoro untuk memfasilitasi pertemuan dengan semua pihak yang terkait dalam permasalahan ini (DPRD, Manajemen, CEO, Konsorsium dan Suporter).
- Meminta dengan tegas manajemen pengelola Persibo untuk turun! Ganti total kepengurusan dan manajemen.
- Menolak dengan keras unifikasi/penggabungan liga dan hasil kongres luar biasa (KLB) yang merugikan klub-klub Indonesian Premier League (IPL) terutama Persibo Bojonegoro.
- Meminta PSSI Bojonegoro segera mengelesaikan konflik internal, untuk persepakbolaan Bojonegoro yang lebih baik.
- Meminta dengan tegas, CEO Persibo untuk menyelesaikan konflik IPL 2012/2013 dan AFC Cup 2012/2013.










































