Salah satu keluh kesah, diceritakan Uta (41), sopir travel yang antre membeli solar di SPBU 5467110, Jalan Ahmad Yani, Bangil, Pasuruan, Rabu (24/4/2013). Saat berbincang dengan detikcom, ia mengaku dimarahi penumpang yang takut ketinggalan pesawat di Bandara Internasional Juanda.
"Penumpang saya marah-marah, mereka terus mengomel. Saya terpaksa oper ke teman saya agar diantar ke Juanda," ujarnya seraya menghela nafas panjang.
Kejadian ini menurut Uta, sering dialami sejak kelangkaan solar terjadi beberapa pekan ini. Sampai-sampai dia harus rela kehilangan penumpang karena mobilnya kehabisan solar. "Tadi saya sudah antre di beberapa SPBU tapi ternyata solar habis," imbuhnya.
Ungkapan dengan nada kesal juga muncul dari sopir truk bermuatan pasir, Sugianto (45). Akibat kelangkaan solar, ia kehilangan banyak penghasilan.
"Paling banter satu rit. Kemarin malah gak jalan," ujar Sugianto. Pria berkepala plontos ini mengaku sudah antre solar sejak pukul 06.00 Wib, pagi tadi.
Pantauan detikcom, antrean panjang kendaraan di SPBU di jalan protokol Bangil ini menyebabkan laju kendaraan dari arah Probolinggo terganggu. Kemacetan yang diakibatkan antrean kendaraan hingga 2 kilometer.
Antrean serupa juga terpantau di SPBU Bendungan, Kraton, Gempo, Purwosari dan SPBU Bayeman di Tongas, Probolinggo.
(bdh/bdh)










































