Bapak dan Anak Tewas Bareng di Dalam Sumur

Bapak dan Anak Tewas Bareng di Dalam Sumur

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 23 Apr 2013 18:49 WIB
Situbondo - Maksud hati ingin menambah penghasilan, nyatanya berakhir dengan kematian. Seperti yang dialami seorang bapak dan anaknya di Situbondo, Selasa (23/4/2013).

Subagi (50) dan anak sulungnya Munakip (24) meregang nyawa hampir bersamaan di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 13 meter. Musibah yang dialami buruh tani itu terjadi saat menguras sumur milik tetangganya, Mimi, di Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih.

Keduanya diduga menghirup gas beracun di dasar sumur hingga sama-sama tewas mengenaskan. Suasana histeris mewarnai jalannya proses evakuasi kedua korban dari dasar sumur. Evakuasi dilakukan manual menggunakan tali dan bambu oleh warga dibantu polisi.

Isak tangis kerabat korban langsung pecah saat kedua jenazah berhasil diangkat dari dasar sumur. Namun untuk memastikan kondisi bapak dan anak itu, warga sempat melarikan keduanya ke puskesmas terdekat menggunakan sepeda motor karena tidak ada mobil ambulance. Namun, Subagi dan anaknya Munakip dinyatakan sudah tidak bernyawa.

"Sebelum kejadian korban dan anaknya memang sempat meminta pekerjaan. Makanya waktu itu mereka ditawari untuk menguras sumurnya, dan ternyata mereka mau. Mungkin untuk mencari tambahan penghasilan," kata Rudi, kerabat korban.

Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, musibah yang dialami Subagi dan anaknya Munakip itu terjadi saat keduanya mengerjakan garapan menguras sumur milik Mimi, tetangganya di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.

Sebab, sumur kedalaman sekitar 13 meter sudah lama tidak dipakai hingga airnya berubah jadi kotor. Sang ayah lebih dulu turun ke dasar sumur. Mengantisipasi kekurangan oksigen, Subagi sempat menyalakan mesin diesel di tengah kedalam sumur.

Sayang bukannya oksigen yang didapat, diduga gas beracun memenuhi dasar sumur. Seketika itu, Subagi berteriak-teriak minta tolong. Tahu bapaknya dalam bahaya, sang anak pun berusaha turun ke dalam sumur untuk menolong.

Namun upaya Munakip justru menjadi mengantarnya ikut meregang nyawa bersama Subagi, bapaknya. Saat berhasil dievakuasi dari dasar sumur, tubuh keduanya masih lemas. Dari bagian mulut kedua korban mengeluarkan air bercampur busa.

"Jadi ini murni kecelakaan kerja. Kedua korban bapak dan anak itu diduga

meninggal karena sama-sama menghirup gas beracun," tandas Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin kepada detikcom.

Pasca kejadian, polisi langsung menutup sumur itu menggunakan kayu dan plastik. Sementara tali dan mesin diesel yang digunakan korban menguras sumur diamankan pihak polisi.

(fat/fat)
Berita Terkait