Kakek 80 Tahun Cabuli Cucu Tirinya 5 Kali

Kakek 80 Tahun Cabuli Cucu Tirinya 5 Kali

Ghazali Dasuqi - detikNews
Minggu, 21 Apr 2013 16:53 WIB
Situbondo - Meski sudah usia senja, seorang kakek di Situbondo masih saja suka berbuat asusila. Celakanya, sasaran perbuatan cabul si kakek Anten alias pak Satip (80) adalah seorang bocah SD yang tak lain cucu tirinya sendiri.

Sedikitnya sudah 5 kali bocah lugu berusia 10 tahun itu dipaksa melayani hasrat birahi si kakek. Setiap selesai menyalurkan hasratnya, si kakek selalu memberinya uang tutup mulut dari Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu.

Namun, upaya sang kakek menyembunyikan aib dengan cucu tirinya tak kesampaian. Namanya juga bocah, bukannya merahasikan korban malah menceritakan kejadian yang dialaminya ke sejumlah teman dan kerabatnya hingga tersebar.

Awalnya, orang tua korban sendiri tidak percaya dengan kabar tak sedap yang menimpa anaknya. Mereka baru geram setelah melihat adanya luka-luka beset ke sekitar kemaluan korban. Orang tua dan kerabat korban pun berencana segera melaporkan kasus tindakan asusila itu ke polisi.

"Kami bersama aparat yang lain sudah berusaha memediasi, tapi orang tua korban ngotot melanjutkan kasus itu ke polisi. Tentu saja kami tidak berhak menghalangi," kata Hubburridho, Kepala Desa di Kecamatan Banyuputih, Minggu (21/4/2013).

Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, aksi tak senonoh sang kakek terhadap cucu tirinya terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Setiap kali ada kesempatan, sang kakek selalu memanggil cucu tirinya itu dengan dalih minta tolong pijat.

Agar tak ditolak, pelaku selalu mengiming-imingi akan memberi korban uang. Mendengar itu, tentu saja korban yang konon sedikit mengalami keterbelakangan mental itu segera bergegas datang.

Nah, saat asyik memijat itulah, aksi nakal sang kakek terhadap korban mulai dilakukan. Konon, pelaku memaksa korban agar tak menolak saat pelaku menggesek-gesekkan kemaluannya ke korban. Aksi bejat sang kakek itu kabarnya terulang hingga 5 kali. Baik dilakukan di rumahnya sendiri, maupun di rumah si cucu tiri saat kedua orang tuanya tidak ada.

Setiap selesai melancarkan aksinya pelaku selalu memberi korban uang dari Rp 2 ribu hingg Rp 10 ribu dan memintanya tak bercerita ke orang lain. Mendengar gadis bau kencur itu jadi korban asusila, keluarga korban sempat melabrak rumah pelaku yang jaraknya cukup berdekatan dengan rumah korban.

Saat didatangi, pelaku tiba-tiba mengaku sakit dan tidak mengakui perbuatan yang dituduhkan. Anehnya, pagi hari setelah dilabrak sang kakek malah menghilang dari rumahnya.

"Ini masalah aib, tidak bisa ditukar dengan apapun. Pokoknya kami minta agar pelaku dihukum seberat-beratnya, walaupun dia kakek tirinya sendiri. Besok kami akan melaporkan kasus ini ke polisi," ujar Mamad, salah satu kerabat korban.

(fat/fat)
Berita Terkait