Pelaksanaan UN di SMA/MA Roudlotul Muta'alimin harus dilaksanakan dalam kepungan banjir. Di sekolah yang berada di kompleks Ponpes Roudlotul Muta'alimin ini terendam air hingga ketingian 1 meter. untungnya lokasi ruang UN sudah dipindah ke lantai 2.
Sementara untuk para pengawas dan juga soal ujian yang diambil dari Mapolsek Babat terpaksa diangkut dengan rakit. Para pengawas menunggu di tepi jalan untuk kemudian diangkat dengan rakit ke ruang kelas tempat pelaksanaan ujian.
Kepala sekolah SMA/MA Roudlotul Muta'alimin, Subeki mengatakan, pelaksanaan UN hari terakhirmengalami sedikit gangguan karena sekolah dikepung banjir. Para siswa, kata Subeki, yang berjumlah 131 siswa sejak awal pelaksanaan ujian memang telah dipindah ke lantai 2 yang tidak terkena banjir.
"Untuk para siswa sudah dikarantina sejak awal ujian sehinga tidak terganggu," kata Subeki kepada wartawan, Kamis (18/4/2013).
Untuk pengambilan soal dari Mapolsek Babat, Subeki menjelaskan jika soal ujian pun terpaksa diangkut dengan rakit yang langsung menuju ke ruang pengawas. "Kami takut kalau tidak memakai rakit soal ujian akan basah terkena air," ujarnya.
Selain pelaksanaan UN terganggu, banjir juga menyebabkan SDN Datinawong meliburkan proses belajar mengajarnya. Sebab sekolahnya terendam banjir setinggi 30 cm-40 cm.
Kepala sekolah SDN Datinawong, Chamzawi menuturkan, proses belajar mengajar di SD terpaksa diliburkan karena kondisi sekolah tidak memungkinkan untuk dilakukan proses belajar mengajar. Pasalnya, jika tidak diliburkan akan bisa mengancam keselamatan siswanya. "Kalau tidak diliburkan bisa membahayakan siswa," katanya.
(fat/fat)











































