Ini Dia Sekolah Pilot Selain di Curug

Ini Dia Sekolah Pilot Selain di Curug

- detikNews
Rabu, 17 Apr 2013 13:30 WIB
Banyuwangi - Kementerian Perhubungan RI mendirikan sekolah pilot negeri baru di Banyuwangi. Pendirian sekolah pilot itu sebagai respon terhadap kebutuhan SDM pilot serta untuk menjawab pertumbuhan Industri penerbangan di tanah air yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenhub Santoso Eddy Wibowo mengatakan, SDM merupakan faktor vital dalam industri penerbangan. Dalam setahun, seiring dengan penambahan maskapai penerbangan, jumlah pilot yang diperlukan setidaknya 800 pilot per tahun. Adapun untuk kawasan Asia, kebutuhannya mencapai sekitar 185.000 pilot hingga 2031.

"Karena itulah, kita dorong keberadaan sekolah pilot di Banyuwangi. Sekolah penerbangan ini merupakan sekolah pilot negeri kedua di Indonesia selain sekolah serupa yang sudah ada di Curug, Tangerang, Banten," ujar Santoso Eddy di sela launching first flight sekolah pilot di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Rabu (17/4/2013).

Tahun ini dana Rp 40 miliar disiapkan untuk sekolah pilot Banyuwangi. Dana itu termasuk untuk pembelian tiga pesawat latih Cesna 1755, sehingga tahun ini sekolah pilot Banyuwangi akan mempunyai lima pesawat latih dari sebelumnya hanya punya dua, yaitu Socata Tobago Tb 10.

Selain itu, total dana Rp 200 miliar disiapkan untuk penyelesaian kampus dan berbagai fasilitas ideal lainnya yang ditargetkan tuntas 2016. Kemenhub juga mengaku sudah kerja sama dengan pihak Boeing dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Pilot di sekolah pilot tersebut.

Ke depan, harap Santoso, dari sekolah pilot Banyuwangi, akan dihasilkan lulusan 60 pilot per tahun. Karena, sekolah pilot di Banyuwangi disiapkan sebagai pilot project pengembangan sekolah pilot modern di Indonesia.

"Sekolah pilot di Banyuwangi ini disiapkan sebagai pilot project untuk pengembangan sekolah pilot modern di Indonesia. Kita akan godok pilot-pilot andal dari Banyuwangi," ujarnya.

Santoso menambahkan, pendirian sekolah pilot negeri Banyuwangi sangat urgen lantaran training area sekolah serupa di Curug Tangerang saat ini sudah terbatas dan terkurangi oleh aktivitas bandara Soekarno – Hatta.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi sekolah pilot karena dinilai paling feasible dibanding daerah lainnya. Wilayah yang sempat dipertimbangkan adalah Jember dan Bandara Trunojoyo Sumenep.

"Hambatan Banyuwangi relatif tidak ada, dataran sekitarnya cukup landai. Training area-nya juga masih luas sehingga masih bisa dikembangkan. Pemda-nya juga sangat mendukung," urai Santoso.

Ditemui terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengatakan, pengembangan SDM penerbangan, termasuk pilot, harus terus dilakukan. Pasalnya, industri penerbangan nasional tengah berada pada momentum emas untuk terus melaju. Pertumbuhannya mencapai kisaran 15-18 persen per tahun.

Tahun lalu, Kementerian Perhubungan memprediksi total penumpang maskapai penerbangan nasional berjadwal mencapai 72.472.054, di mana 63.625.129 penumpang di antaranya merupakan penumpang domestik dan 8.846.925 penumpang internasional.

"Karena itu, pengembangan SDM pilot melalui sekolah pilot di Banyuwangi ini akan sangat mendukung terciptanya industri penerbangan nasional yang kompetitif," ujar Anas kepada wartawan di lokasi yang sama.

Kebijakan ASEAN Open Sky 2015 hingga kebijakan pasar penerbangan tunggal ASEAN 2020, lanjut Anas, membutuhkan setidaknya tambahan 4.000 pilot, 1.000 pengatur lalu lintas, dan 4.500 teknisi.

"Banyuwangi ingin ikut berkontribusi dalam hal penciptaan pilot. Untuk sekolah pilot ini, kita siapkan lahan 5 hektar," tandasnya.


(fat/fat)
Berita Terkait