Dengan didampingi seorang pengawas yang bertugas mengisi lembar jawaban, pelajar SMA PGRI Gondang Mojokerto ini hanya bisa membaca soal tanpa bisa duduk dan menulis. Ya, Fandy mengalami kecelakaan 15 Maret lalu hingga tulang pundak dan persendian serta sekitar kelaminnya patah akibat benturan dengan aspal.
Siswa asal Desa Poh Kecik Kecamatan Dlanggu ini tak bisa kencing secara normal, melainkan melalui selang. Dia mengaku tidak punya persiapan belajar saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Fandy sendiri terlihat gugup saat mengerjakan soal. Kecelakaan yang terjadi 15 Maret lalu membuatnya tak belajar sama sekali. Maklum,
Kepala SMA PGRI Gondang Samsul Laili mengatakan setelah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan dan orangtua Fandy, akhirnya diperbolehkan mengikuti UN. Selama 3 hari ke depan, Fandy bakal mengerjakan UN di dalam ambulance milik PGRI setempat.
"Tiga hari ke depan dia bakal mengerjakan di dalam ambulan. Sebab kondisinya masih belum stabil sepenuhnya," ungkap Samsul.
(fat/fat)











































