Kabagops Polres Banyuwangi Kompol Sudjarwo menjelaskan, langkah yang dilakukannya hanya operasi kemanusiaan. Para imigran Rohingya akan dibawa ke sebuah tempat di Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Mereka ditampung ditempat yang lebih sehat dan aman. Terlebih dari rombongan imigran tersebut beberapa diantaranya adalah balita dan perempuan. Rencananya, Senin (16/4/2013) depan, para imigran tanpa dokumen resmi itu akan dibawa ke kantor Imigrasi Jember.
"Hari senin depan akan dibawa ke kantor Imigrasi Jember untuk selanjutnya dikembalikan ke negara asalnya," jelas Sudjarwo ditemui detiksurabaya.com saat memimpin jalannya evakuasi, Sabtu (14/4/2013).
Sementara itu, jalannya evakuasi berjalan cukup lama. Para imigran sempat bersembunyi. Polisi sempat kucing-kucingan dengan para imigran Rohingya. Petugas terpaksa memeriksa satu persatu ruangan yang ada di Ponpes Nahdlotul Khodirin, yang diasuh Kyai Kembar (kyai Nurudin dan Khoirudin).
Namun dengan pendekatan kemanusiaan, akhirnya para imigran Rohingya ini mau untuk dibawa petugas. Beberapa imigran perempuan terlihat menangis sambil menggendong balitanya.
"Saya lari dari negara saya, karena Desa kami sering diserang oleh orang Burma. Kami tidak tahu harus pergi kemana," ungkap seorang imigran laki-laki yang fasih berbahasa melayu.
Sebelumnya, polisi Banyuwangi mengamankan 38 imigran Rohingya asal Myanmar dari Ponpes Nahdlotul Khodirin, di Desa Barurejo Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, yang diasuh Kyai Kembar (kyai Nurudin dan Khoirudin).
Polisi dari Polsek Siliragung mengetahui keberadaan mereka setelah menerima laporan dari masyarakat. Laporan itu menyebutkan, ada sejumlah orang tidak dikenal berbahasa asing.
"Saya selidiki ternyata laporan warga benar," ujar Kapolsek Siliragung AKP Bakin dikonfirmasi disela proses evakuasi.
(iwd/iwd)










































