Dua dari Tiga Nelayan Pacitan yang Hilang di Samudera Indonesia Ditemukan

Dua dari Tiga Nelayan Pacitan yang Hilang di Samudera Indonesia Ditemukan

Purwo S - detikNews
Jumat, 12 Apr 2013 14:37 WIB
Pacitan - Nelayan Pacitan yang hilang terseret gelombang di perairan Samudera Indonesia berhasil ditemukan, Jumat (12/4/2013). 2 Korban ditemukan selamat, sedangkan 1 nelayan lainnya masih dilakukan pencarian.

Kedua nelayan yang selamat yakni, Sariman dan Dukut, keduanya warga Jlubang, Pringkuku. Sedangkan nelayan yang masih hilang bernama Tusirin.

"Mereka pertama kali ditemukan oleh nelayan Prigi (Trenggalek)," kata Didit Maryanto, Kepala Pelaksana Harian BPBD Pacitan dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (12/4/2013) siang.

Saat ditemukan, lanjut Didit, posisi mereka berada di tengah laut diantara empasan gelombang tinggi. Tak mau ambil resiko, nelayan yang mengetahui keberadaan korban lantas menghubungi mapolsek setempat. Polisi bersama Tim SAR gabungan selanjutnya menerjunkan perahu untuk evakuasi.

"2 korban yang masih hidup itu kemudian berenang menuju perahu, lalu dievakuasi ke daratan," tambahnya.

Pascatemuan tersebut, BPBD Pacitan mengirimkan 2 tim ke Prigi. 1 tim bertugas membawa pulang korban selamat. Sedangkan 1 tim lain hingga saat ini masih berada di wilayah Perairan Trenggalek. Mereka bergabung dengan SAR setempat guna melakukan pencarian korban yang masih hilang.

"Korban selamat sudah kami antar kepada keluarganya dengan suasana haru," tambahnya seraya minta nelayan lain lebih waspada karena cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini.

Seperti diberitakan, 3 orang nelayan Pantai Watukarung, Pacitan, Kamis (11/4/2013) dilaporkan hilang saat melaut di perairan Samudera Indonesia. Ketiga nelayan tersebut, Sariman, Tusirin dan Dukut, semuanya warga Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku. Mereka diduga tak dapat merapat kembali ke pantai karena perahu kecil yang mereka terseret gelombang.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini