Nelayan di Pacitan Berhenti Melaut Akibat Solar Langka

Nelayan di Pacitan Berhenti Melaut Akibat Solar Langka

Purwo S - detikNews
Kamis, 11 Apr 2013 16:34 WIB
Nelayan di Pacitan Berhenti Melaut Akibat Solar Langka
Pacitan - Menghilangnya BBM jenis solar tak hanya melanda SPBU. Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tamperan, Pacitan kelangkaan serupa juga terjadi. Akibatnya banyak nelayan andon (pendatang) yang hendak melaut terpaksa menunda keberangkatannya. Mereka pun harus menanggung risiko kerugian.

"Seharusnya bisa berangkat, hanya karena kelangkaan BBM akhirnya tersendat. Kalau seperti ini kalkulasinya sudah rugi," keluh Agus Sulistiono, seorang nelayan kepada detiksurabaya.com di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tamperan, Kamis (11/4/2013) siang.

Menurut Agus, kondisi seperti saat ini memang sering mewarnai aktivitas nelayan di Teluk Pacitan. Terlebih saat musim kedatangan nelayan pendatang dari Sulawesi, antara awal April hingga akhir Mei. Jumlah permintaan yang melebihi kapasitan SPBN menyebabkan sebagian besar nelayan gigit jari. Mereka pun harus rela menunggu hingga dropping solar tiba.

Memang, lanjut pria berkacamata itu, saat kondisi darurat nelayan masih bisa memilih alternatif lain. Yakni membeli solar di SPBU. Syaratnya, nelayan harus menunjukkan rekomendasi dari pemkab. Kebijakan ini sengaja diterapkan agar BBM bersubsidi tidak jatuh ke tangan yang salah. Hanya, kata Agus, langkah itu cukup menyita biaya. Terlebih jarak pelabuhan dengan SPBU cukup jauh.

"Kalau solar sampai langka, kerugian nelayan luar biasa. Selama menganggur mereka butuh makan," tandas Agus.

Dikonfirmasi, pihak SPBN Tamperan membenarkan terjadinya krisis BBM solar sejak 4 hari terakhir. Hal itu diduga terjadi lantaran keterlambatan pengiriman dari Depo Pertamina, Boyolali, Jateng. Disisi lain, kapasitas tanki SPBN hanya 8 ribu liter. Jumlah itu sangat kecil dibanding kebutuhan BBM nelayan andon yang mencapai puluhan ribu liter.

"Disini ada 200-an kapal sekoci. Per kapal kebutuhan solarnya mencapai 500 liter. Padahal kapasitas disini (SPBN) hanya 8 ribu," tutur karyawan SPBN yang enggan namanya disebut.

Guna pemerataan distribusi kepada nelayan, lanjut pria berbaju kombinasi merah putih itu, pihaknya memberlakukan pembatasan pembelian. Hanya saja, hal itu tidak menyelesaikan masalah. Dia pun berharap pengelola SPBN nantinya dapat meningkatkan daya tampung tanki yang ada. Mengingat ketersediaan BBM di tempat tersebut menjadi tumpuan nelayan terutama saat musim tangkap.

"Sempat ada rencana kapasitasnya ditambah. Tapi sampai sekarang masih dibahas pengurus," imbuhnya.

Pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 13.00 WIB, Kamis (11/4/2013) tidak ada aktivitas penjualan BBM di SPBN Tamperan. Ratusan jeriken tampak ditata berjajar memenuhi pelataran untuk mengantre diisi. Diantara deretan wadah tersebut terpampang plakat warna putih bertuliskan "Solar Habis." Sementara, puluhan kapal yang belum bisa berangkat masih tertambat di kolam labuh.

(bdh/bdh)
Berita Terkait