Kejadian bermula saat korban bersama tiga temannya, Igi (16), Fredy (17) dan Diki (17) bermaksud memetik tanaman tebu untuk dimakan.
"Menurut keterangan salah satu teman korban, mereka hendak mencari setelah. Setelah mememtik dan makan tebu, korban dan ketiga temannya bermain di bendungan," kata seorang warga Kedunggalar, Hayu Tri Setiyawan (45) kepada detiksurabaya.com, Rabu (10/4/2013).
Mereka, jelas dia, bermaksud melakukan uji nyali terjun dari atas bendungan dengan taruhan dua batang rokok. Ternyata korban berani melompat jika diberi rokok sebanyak 4 batang.
"Setelah merokok 2 batang, korban terjun dari atas bendungan, namun korban tidak muncul lagi dan ditemukan tewas," jelasnya.
Melihat korban tenggelam dalam air berkedalaman 8,5 meter, ketiga temannya sempat mencari namun karena tak ketemu kemudian melapor warga.
"Mereka laporan pada warga yang kemudian melakukan pencarian. Setelah 17 jam, tubuh Febri akhirnya ditemukan warga dalam kondisi sudah tewas bercampur lumpur. Lokasi penemuan mayat dengan lokasi kejadian berjarak sejauh 2 Km," tambahnya.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sumardi dan Inne, langsung diserahkan ke keluarga usai dilakukan pemeriksaan visum tim medis Puskesmas Kedunggalar.
"Saya tak punya firasat mas, cucu saya ini biasanya tak pernah bermain ke bendungan. Maklum keluarga ini baru pindahan setahun di Desa Kedunggalar, kalau ayahnya kerja di Jakarta." kata nenek korban, Minem (63) meratap sedih.
(fat/fat)











































