Selain dianggap sangat meresahkan, warga juga mencurigai adanya indikasi upaya pembelokan kasus asusila yang dilakoni oknum kades tersebut.
"Jadi sepertinya bukan perselingkuhannya yang ditonjolkan, tetapi justru kasus kecelakannya. Saat dipergoki berboncengan dengan Pipin, Yahya memang berusaha kabur dan terjatuh sendiri dari motornya. Nah, orang yang memergoki itu justru kami dengar akan diusut sebagai penyebab kasus kecelakaan kades itu. Salah satunya mertua Pipin Agustin sendiri. Ini ironis, apalagi kades Wahyudi kan jatuh sendiri," kata Supriyono, pengacara Welly Pribadi yang tak lain suami Pipin Agustin, Selasa (9/4/2013).
Warga mendatangi Polres Situbondo menggunakan mobil pribadi dan kendaraan bak terbuka, serta sejumlah motor. Perwakilan warga langsung diterima di ruang lobi dan ditemui langsung Kanit Pidter Satreskrim Aiptu H Nanang Priyambodo, selaku penyidik yang menangani kasus oknum kades.
"Kami minta kasus kades selingkuh secepatnya ditindaklanjuti. Karena sekarang warga sudah mulai bertanya-tanya, kenapa kok tidak secepatnya diusut. Ini sangat meresahkan," tukas Jumadi, perwakilan warga.
Selain itu, warga juga menuntut agar penanganan kasus perselingkuhan Kades Yahya Wahyudi dilakukan dengan serius. Sebab, bukan kali ini saja Yahya Wahyudi ditengarai melakukan perbuatan tak senonoh terhadap wanita bukan istrinya.
Di antaranya, dilakukan terhadap Farida dan Rindayani, dua ibu muda korban pelecehan Kades Wahyudi, yang saat itu juga ikut serta bersama perwakilan warga di Mapolres Situbondo.
"Kami minta agar penanganannya dilakukan sungguh-sungguh. Soal pasal yang dijeratkan, kami pasrah kepada penyidik. Yang jelas harus ada sanksi pidananya. Jika tidak kami khawatir perbuatan tak senonoh kades akan dianggap benar oleh warga yang lain," desak Supriyono, warga lain.
Menanggapi itu, Nanang menegaskan,kasus dugaan perselingkuhan oknum kades itu memang sudah dilimpahkan dari Polsek Arjasa ke Polres Situbondo. Saat ini kasus itu sedang dalam penanganan intensif Unit Pidter.
Menurut dia, pihaknya sudah mulai memintai keterangan dari berbagai pihak, termasuk Yahya dan Vipin. Bahkan, pelapor Welly Pribadi, KAUR Umum Kantor Desa Bayeman yang tak lain suami Pipin Agustin juga sudah dimintai keterangan.
"Jadi, setelah pemeriksaan semua selesai baru kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan pasal yang akan dijeratkan dalam kasus itu. Jadi, sejauh ini kasus dugaan perselingkuhan itu masih sedang didalami penyidik Pidter Satreskrim," timpal Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi.
Tak hanya ke Mapolres Situbondo, sebelumnya puluhan warga Desa Bayeman juga melurug kantor DPRD Situbondo. Di tempat ini, warga ditemui langsung Ketua DPRD Situbondo Zeiniye, serta Ketua Komisi I Syaiful Bahri dan beberapa anggotanya. Kepada anggota legislatif itu, warga meminta dukungan pencopotan Kades Bayeman, Yahya Wahyudi, dari jabatannya.
Sebab, dari hasil musyawarah BPD setempat direkomendasikan agar Bupati Situbondo mencopot dan memberhentikan Kades Bayeman dari jabatannya. Dari 7 anggota BPD setempat, sebanyak 6 di antaranya menyetujui dan hanya satu anggota yang menolak tanda tangan.
"Selama yang diusulkan warga itu benar, tentu kami akan mendukung. Yang pasti masalah itu sudah ada regulasinya. Cuma kami meminta agar warga tetap tidak main hakim sendiri, tidak bertindak anarkhis," tegas Zeiniye.
(iwd/iwd)










































