Diduga belasan anggota itu menghilang karena khawatir hasil tes urine nya positif. BNN Kabupaten Gresik sengaja menggelar tes urine secara mendadak karena disinyalir ada beberapa anggota DPRD Gresik yang infonya mengkonsumsi narkoba.
Menurut Khusyairi, sebanyak 50 orang angota DPRD Gresik memang terlihat hadir saat tes hendak dimulai. Namun, saat tes urine dimulai, tercatat hanya 36 anggota yang bersedia dites urine.
"Tadi memang hadir semua, namun yang bersedia hanya 36 anggota. Yang 14 anggota tiba-tiba tidak diketahui keberadaannya," ujar Khusyairi kepada wartawan, Senin (8/4/2013).
Padahal Susiyanto, Wakil Ketua III DPRD Gresik sudah mengimbau kepada semua anggota dewan agar mengikuti tes urine.
"Saya mengimbau semua anggota dewan mengikuti tes, kecuali anggota DPRD perempuan yang berhalangan. Kalau ada anggota dewan yang tidak ikut tes mungkin sedang berhalangan, yang penting kami sudah menghimbau semua untuk tes urine, "ungkap
Khusono, Wakil Ketua II DPRD Gresik, Fraksi PDIP mengatakan, dia mengancam akan melaporkan bahkan memecat jika ada anggotanya, terutama dari Fraksi PDIP yang positif tes urine.
"Khusus anggota saya, Fraksi PDIP, saya jamin tidak ada yang menggunakan narkoba. tapi, jika positif, saya akan lapor bu Megawati langsung dan memecat anggota saya," sahut Khusono.
Sementara itu, dokter khusus BNN Kabupaten Gresik dr. Singgih mengatakan, Dari 36 anggota yang menjalani tes urine, hasilnya negatif semua.
"Saya tidak tahu kemana 14 anggota lainnya," ujar Singgih.
(iwd/iwd)











































