Puluhan warga ini awalnya berujukrasa di depan lokasi berdirinya tower milik PT Telkomsel. Demo ini dilakukan karena keberadaan tower dinilai mengganggu peralatan elektronik milik warga.
"Semua TV dan radio terganggu karena keberadaan tower milik PT Telkomsel," kata Ahmad Mufid, koordinator aksi di lokasi, Senin (8/4/2013).
Setelah berorasi dan membentangkan beberapa poster tuntutan, massa yang hendak menyegel dihadang dua orang. Warga menduga dua pria ini adalah pesuruh pengelola tower untuk melakukan penghadangan.
Warga yang dihalangi langsung menghakimi kedua pria itu. Sesaat kemudian, massa bisa diredam setelah pengelola tower bersedia membicarakannya di Kantor Kelurahan Jombatan. Dari pertemuan itu, pengelola janji akan memperbaiki saluran tower.
"Pihak PT Telkomsel janji memperbaiki saluran tower sampai kenyamanan kita tak terusik. Masak setiap hujan petir TV banyak jadi korban," ujar Mufid.
Jika sampai besok Selasa (9/4/2013) PT Telkomsel masih belum memperbaiki saluran yang berdampak pada peralatan elektronik, warga mengancam akan merobohkan tower itu, sebab keberadaan tower sudah ditolak warga.
(iwd/iwd)











































