"Sekitar 42 desa dari 12 kecamatan terendam air dengan kedalaman sebatas lutut hingga satu meter lebih. Banjir paling parah melanda Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur. Di kawasan ini sekitar 300 rumah terendam air." kata Eko Heru Tjahjono kepada detiksurabaya.com, Senin (08/04/20123).
Kepala BPBD Kabupaten Ngawi ini mengatakan, kecamatan yang terendam banjir umumnya berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo baik dari Bengawan Madiun maupun Dari Bengawan Solo yang bertemu di Kota Ngawi.
Ada 12 kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Ngawi, Kwadungan, Geneng, Paron, Pangkur, Padas, Karangjati, Pitu, Widodaren, Bringin, Kedunggalar dan Karanganyar.
Eko menerangkan, permukaan air mulai naik pada Minggu (7/4/2013) malam setelah Magrib. Air luapan Bengawan Solo dengan cepat mulai menggenangi sawah, jalan desa hingga masuk rumah penduduk.
"Awalnya hujan deras seharian, lalu setelah Magrib, air sudah ada dimana-mana. Tengah malam air sudah masuk rumah hingga siang ini mencapai sepinggang. Kalau air naik terus kita akan mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman, " ucap korban banjir di Desa Waruk Tengah Mulyanto (40).
(iwd/iwd)










































