Rumah Kos Tim Sukses Calon Walikota Malang dari PDIP Dimolotov

Rumah Kos Tim Sukses Calon Walikota Malang dari PDIP Dimolotov

M Aminuddin - detikNews
Minggu, 07 Apr 2013 20:07 WIB
Rumah Kos Tim Sukses Calon Walikota Malang dari PDIP Dimolotov
Malang - Suhu politik menjelang Pilwali Kota Malang makin mendidih. Aksi teror dengan kekerasan pun terjadi. Teror dialami anggota tim sukses pasangan Sri Rahayu (istri Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji) dan Priyatmoko atau SR-MK yang diusung PDI Perjuangan.

Andi Lasah Bandar menjadi korbannya. Dua motor terbakar setelah dilempar bom molotov orang tak dikenal yang terpakir di rumah kos yang dikelola Andi di Jalan MT Haryono XXI/38 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Motor yang hangus itu milik penghuni kos-kosan yaitu Suzuki Spin AG 6450 PC milik Ahmad Bisri (25) warga Kota Blitar, yang sehari-hari bekerja di kantor konsultan,dan Honda Supra Fit bernomor polisi M 4166 VB milik Ahmad Ichwan Setiadi (22) warga asal Madura yang masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Malang (UM).

Saat kejadian, kedua sepeda motor tersebut diparkir di terah depan rumah kos-kosan milik Andi Lasah.

Menurut penuturan Bisri, kejadian kebakaran yang menimpa sepeda motornya tersebut sangat cepat. Awalnya hanya terdengar suara benda terbakar.
Bahkan, api yang cepat membesar itu juga membakar kanopi teras rumah kos, hingga menyambar ke sepeda motor milik penghuni kos lainnya.

"Saat itu saya bersama teman-teman dibantu warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman api," ujarnya ditemui wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (7/4/2013).

Beruntung, api dapat dipadamkan dengan cepat sehingga tidak sampai terjadi ledakan.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru untuk diselidiki. "Sudah dilaporkan ke polisi, bom molotov dilempar dari luar pagar rumah," jelasnya.

Benda yang diduga bom molotov tersebut akhirnya disimpan di rumah kos, sesuai dengan permintaan petugas kepolisian yang menerima laporan.

Selain bom molotov, lanjut dia, sebuah surat berisi ancaman juga ditemukan di lokasi kejadian.

Dalam surat yang ditulis tangan itu berisi "Hati-hati penghuni kos, segera pindah karena akan dihanguskan. Saya balas dendam ke Pak Bandar yang besar badannya ha...ha...ha..".

Andi sendiri mengaku mengetahui kebakaran ini, setelah selesai mengikuti rapat tim sukses SR-MK.

"Waktu kejadian saya ada rapat SR-MK," kata Andi terpisah. Dirinya langsung pulang menuju tempat kosnya untuk memastikan kejadian itu.

Selama ini dia mengaku tidak memiliki musuh, atau bahkan terlibat kasus utang piutang.

Dia juga baru mengetahui adanya surat ancaman yang ditujukan kepadanya saat melapor ke kepolisian. Ada dugaan kuat, aksi teror ini terjadi akibat aktivitas politiknya sebagai tim sukses SR-MK.

Tetapi dia tidak ingin berspekulasi atas kejadian ini, dan memilih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

Menurut Andi, rumah kos itu bukanlah miliknya pribadi. Rumah tersebut milik Ruminten, yang diakuinya masih berhubungan saudara dengannya, tetapi sekarang kerja di luar negeri sehingga rumah dititipkan kepadanya untuk dikelola menjadi rumah kos.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Bayu Wiguno mengaku belum mengetahui adanya laporan kejadian tersebut. "Coba saya cek kebenarannya," tegasnya.

Sebelumnya, aksi teror juga dialami Hadi Susanto sekretaris PDI Perjuangan PAC Sukun. Tempat tinggalnya dihujani batu oleh orang tak dikenal.

(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini