Kejadian bermula saat Idarman (40) dan Suwono (43), berniat pulang dari ladang dengan berenang menyeberangi sungai pada hari Sabtu (06/04/2013).
"Keduanya pulang dari ladang di hutan saat hujan deras jelang Magrib. Mereka nekad menyeberangi sungai dengan berenang, padahal sungai dalam kondisi banjir. Akibatnya keduanya hanyut terbawa arus," kata Basuki (39), rekan korban kepada detiksurabaya.com, Minggu (07/04/2013).
Basuki menambahkan, Suwono selamat setelah bisa menepi sedangkan Idarman tewas setelah terbawa arus sungai. Setelah sekitar 19 jam dicari oleh masyarakat dan petugas, mayat Idarman ditemukan oleh seorang pencari pasir di Desa Kedung Putri Kecamatan Paron Ngawi dengan jarak sekitar 5 kilometer dari lokasi hanyut.
"Saat itu saya sedang mencari pasir, tiba-tiba ada yang mengambang. Awalnya saya kira pohon, namun setelah didekati ternyata mayat manusia. Mayat itu mengambang dengan posisi tengkurap." ucap Yatmin (51) warga Kedung Putri.
Dari hasil pemeriksaan pihak terkait, penyebab kematian Idarman dipastikan murni karena kecelakaan.
"Dari hasil pemeriksaan polisi, memang ditemukan luka pada tubuh korban, namun luka tersebut disebabkan benturan dengan batu dan benda keras lainnya di sepanjang sungai " jelas Kepala BPBD Ngawi, Eko Heru Tjahjono.
(iwd/iwd)











































