Sebuah minibus yang ditumpangi rombongan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (STIKES NU) Tuban terguling setelah menghantam truk tronton bermuatan bahan baku semen.
Evakusi penumpang yang terjebak dalam badan kendaraan berlangsung dramatis. Bahkan didik, sopir minibus sempat terjepit kakinya sehingga sulit dievakuasi keluar. "Pulang dari praktek kerja di Pandaan, Pasuruan," ujar Gofur, salah satu anggota rombongan minibus yang selamat.
Berdasarkan informasi, kecelakaan terjadi karena sopir minibus mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sebelum terguling, minibus sempat berusaha mendahului trailer dari sisi kiri.
Pada saat yang bersamaan melaju dari arah berlawanan truk tronton nopol W 8905 UD yang dikemudikan oleh Muhlas (47), asal Kabupaten Malang. Tabrakan pun tak terhindarkan sehingga minibus terguling.
"Sejak mulai dari tikungan mini bus itu sudah mendahului dari kiri, habis itu bannya lepas bahu jalan satu. Lalu oleng kanan dan menabrak truk ini," terang Pitanto, saksi mata yang ditemui detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Dalam peristiwa ini, 15 penumpang mengalami luka-luka. Bahkan didik, sopir minibus, mengalami patah kaki karena terjepit bandan kendaraan yang ringsek.
Korban baru bisa dievakuasi 15 menit kemudian setelah petugas dan warga berusaha dengan cara membongkar paksa badan kendaraan.
Para korban selanjutnya dievakuasi menuju IGD Rumah Sakit NU Tuban. Sementara arus lalu lintas jalur pantura mengalami macet total dua arah selama 2 jam. Lalu lintas kembali normal setelah petugas berhasil menyingkirkan kendaraan dari tengah jalan.
(gik/gik)










































