Menurut salah satu saksi, Suwito, bayi tersebut dibuang persis di depan pintu rumah milik Gunadi. Sebelumnya, Suwito melihat sebuah mobil yang dikemudian seorang pria di dekat lokasi. Pria itulah yang membuang bayi.
"Saya melihat seorang pria membawa mobil di lokasi. Pria otu kemudian turun dan menurunkan sebuah barang. Orangnya buru-buru langsung kabur. Setelah saya dekati, ternyata bungkusan itu isinya bayi yang terbungkus selimut, "kata suwito warga cerme kepada detiksurabaya.com, jumat (05/04/2103) siang.
Penemuan bayi itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cerme. Sang bayi oleh petugas segera dilarikan ke RSUD Ibnu Sina. Menurut Kapolsek Cerme AKP Udin Syafrudin, bayi laki-laki itu mempunyai berat 4 kilogram dan panjang 50 cm.
Udin mengatakan, pelaku pembuang bayi adalah seorang pria yang diduga ayah kandung bayi. Pria itu sepertinya tidak menghendaki bayi itu lahir. Saat membuang bayinya, pelaku meninggalkan secarik kertas bertuliskan 'angkat aku jadi anakmu'.
"Bayi ini kemungkinan hasil hubungan gelap. Pelaku pembuang bayi seorang pria yang mungkin pacar wanita yang melahirkan," tambah Udin.
Selain meninggalkan pesan, pelaku juga meningalkan surat kelahiran bayi dari Rumah Sakit Medika Wiyung Surabaya. Dalam surat keterangan lahir, bayi itu diketahui dilahirkan pada 27 februari 2013 dengan berat 3000 gram dan panjang 50 cm.
"Bukti surat kelahiran dari rumah sakit kami jadikan bukti awal. Saya sudah minta bantuan tim Reskrim Polres Gresik untuk mengejar pelaku," lanjut Udin.
Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Tri Rahmatdiyanto mengatakan, kondisi bayi mulai stabil.
"Usianya sudah lebih dari sebulan. Bayi ini mengalami batuk dan sesak nafas. Untuk buang air besar juga belum bisa. Kami akan observasi dulu," kata Tri.
Sebelumnya, sesosok bayi juga ditemukan di dekat kebun tebu di Jalan Raya Legundi, Gresik. Untunglah, bayi yang diletakkan di dalam kardus tersebut masih hidup. Bayi tersbeut ditaruh di dalam sebuah kardus mie instan. (iwd/iwd)











































