"Anak-anak dibuat menunggu, mereka sampai kecapekkan," kata Yusi Pridaning salah satu guru pengawas Tim Drum Band dari TK Muslimat NU 22.
Dia mengaku, tim drum band sudah siap menyambut Ical sejak pukul 09.00 WIB. Namun, tamu yang akan disambut baru tiba pukul 11.30 WIB.
Menurut Yusi, grup drum band binaannya diminta menyambut kehadiran Ical yang akan menemui para pengrajin tempe. "Kami hanya bisa kasihan, anak-anak jadi menunggu lama, mereka masih kecil," tuturnya.
Kekesalan nampak pada raut wajah seluruh personel grup drum band, karena mereka sudah lama bersiap di sepanjang jalan yang akan dilewati Ical.
Karena menunggu lama, menjelang salat Jumat, seluruh personel drum band anak-anak itu terpaksa dibubarkan. "Biar anak-anak istirahat saja," ucap guru pembimbing terpisah.
(bdh/bdh)










































