Korban tewas adalah Agus Trisula (45), sang ayah. Sementara kedua anaknya adalah Anggun (15) dan Nur Anggraini (10). Mereka adalah warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh.
Motor Honda Supra Fit P-3396-EN yang dikendarai Agus juga hancur tak berbentuk terlindas bus. Beberapa peralatan sekolah yang dibawa kedua siswi yang masih duduk di kelas IX SMP dan IV SD itu juga ikut berserakan di jalan raya seperti tas, buku-buku mata pelajaran, sepatu, dan lainnya.
Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Senin (1/3/2013) kecelakaan itu bermula saat bus pariwisata Purnayasa DK 9009 GD melaju dari arah Surabaya menuju Banyuwangi. Setibanya di jalanan menikung Jalan Raya Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, bus yang dikemudikan Supriyanto itu tiba-tiba berjalan oleng.
Celakanya, saat bersamaan dari arah berlawanan muncul motor yang dikemudikan Agus bersama kedua anaknya yang hendak berangkat sekolah. Laju bus yang tidak terkendali langsung menabrak motor Agus.
Usai menabrak motor, bus yang dikemudikan Supriyanto (51), warga Magelang, masih terus berjalan hingga menabrak pohon mahoni tepi jalan. Bus baru terhenti setelah nyungsep ke persawahan dengan posisi miring. Penumpang bus terpaksa harus dievakuasi keluar melalui kaca bagian depan bus yang sudah pecah berantakan.
Beberapa penumpang bus mengalami luka-luka hingga langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Sebagian yang selamat langsung diungsikan ke Polsek Mlandingan.
"Kami ini rombongan dari Negara, Bali. Kami habis berlibur ke Bogor, ini perjalanan pulang ke Bali. Setahu saya, sebelum menabrak bus memang sempat oleng. Tidak tahunya setelah itu menabrak motor dan menabrak pohon lalu masuk ke sawah," kata Nengah Wiju (57), seorang penumpang bus.
Sementara itu, sang sopir bus, Supriyanto, berusaha membela diri.
"Sebelum menabrak, saya sempat menyalip motor di jalan agak menikung itu. Tidak tahunya dari depan ada motor lain dan saya langsung tidak kontrol. Saya tidak mengantuk," kata Supriyanto.
Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Endro Abriyanto mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa seorang bapak dan dua anaknya tersebut.
Namun, berdasarkan pengamatan dari bekas ban di lokasi kejadian, bus diduga sempat oleng sebelum menabrak dan terjungkal ke sawah. Dari situ, muncul dugaan sementara pemicu kecelakaan itu lantaran sopir bus mengantuk.
"Kalau dilihat bekas di lokasi kejadian, sepertinya sopir bus mengantuk. Tapi kepastiannya masih kami selidiki. Kami masih akan memintai keterangan saksi-saksi," ujar Endro.
(iwd/iwd)











































