Ahmad Kusairi ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh rekan kerjanya, Saiful Ulum. Sebelumnya, Saiful Ulum ditelepon temannya mengabarkan bahwa berkali–kali Ahmad Kusairi dihubungi melalui HP tidak diangkat.
"Kebetulan tempat kos Ahmad Kusairi dekat dengan kantor Bank Danamon. Saya yang sedang berada di kantor, kemudian mencoba mendatangi tempat kos Ahmad Kusairi," kenang Saiful Ulum, Rabu (27/3/2013).
Setibanya di tempat kos Ahmad Kusairi, Saiful tidak bisa langsung masuk kamar, karena pintu kamar tertutup rapat dan terkunci. Berkali–kali pintu kamar diketuk dan Ahmad Kusairi dipanggil, namun tidak ada respon. Akhirnya Saiful meminjam kunci duplikat dari induk semang Ahmad Kusairi.
"Tapi tetap tidak bisa, karena anak kunci milik Ahmad berada di dalam lubang kuncinya. Akhirnya saya nekat mendobrak pintu," kata Saiful.
Begitu pintu terbuka, Saiful mendapati tubuh Ahmad Kusairi terlentang di kasur dipan. Dari mulut Ahmad Kusairi juga masih tampak sisa busa.
"Kondisinya sudah tak bernyawa. Akhirnya saya bersama warga melapor ke polisi," kata Saiful.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Sedangkan jasad Ahmad Kusairi, langsung dibawa ke RSD dr Subandi Jember guna dimintakan visum.
"Untuk penyebabnya masih belum diketahui, menunggu hasil visum. Dugaan sementara bisa jadi serangan jantung, epilepsi atau bahkan keracunan. Kita tidak menemukan obat–obatan di TKP, hanya bungkus makanan," ujar kepala SPKT Polres Jember Iptu Heri Supatmo.
(fat/fat)











































