Informasi yang diperoleh detiksurabaya.com menyebutkan, korban bernama Bu Sahari itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang menantunya. Saat itu, menantu korban datang bermaksud mengirim makanan.
"Korban selama ini tinggal sendirian di Dusun Lengkong Toko, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Tiap hari dia dikirim makanan oleh menantunya yang tinggal di samping rumah. Tadi pagi ketika menantunya hendak mengirim makanan, dia menemukan korban sudah dalam kondisi gantung diri," kata Kapolsek Mayang AKP Heri Wahyono, Kamis (21/3/2013).
Menurut Heri, korban gantung diri menggunakan tampar plastik warna biru. Tampar itu dihubungkan dengan blandar ruang tamu setinggi sekitar 2 meter.
"Dia naik dengan menggunakan tangga. Kami menduga korban gantung diri beberapa jam sebelum ditemukan," katanya.
Hasil olah TKP kepolisian, lanjut Heri, petugas tidak menemukan tanda-tanda adanya unsur kekerasan. Hal ini juga dikuatkan hasil visum luar yang dilakukan dokter dari Puskesmas Mayang.
"Tadi dokter dari Puskesmas kita datangkan ke lokasi untuk melakukan visum. Hasilnya memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujarnya.
Apalagi, kata Heri, menurut keterangan pihak keluarga, korban memang sudah lama mengalami stres dan gangguan jiwa.
"Jadi kesimpulan kita memang korban sengaja bunuh diri. Pihak keluarga juga sudah menandatangani pernyataan menerima kematian korban. Siang ini jenasah korban juga langsung dimakamkan," pungkas Heri.
(bdh/bdh)










































