Dalam aksi yang dilakukan November 2012 silam, RY (14) mengajak 3 temannya yakni FS (13), SW (13), TS (12) dan adik kandungnya RK (12).
Saat itu, RY bersama komplotannya berhasil menggasak 1 unit laptop, 1 LCD proyektor, 1 kamera digital, 1 speaker aktif, 2 modem. Modusnya dengan mencongkel pintu ruang guru sekolah.
Aksi RY kembali diulang awal tahun 2013. Sasarannya tidak lain sekolah dasar di desa setempat. Sukses panjat pagar, RY merusak kawat ram-raman kelas. Di sekolahan itu ia mengambil 1 set CPU berikut monitor dan sebuah UPS.
Selang 2 bulan kemudian, aksi pencurian yang melibatkan anak-anak ini terungkap. Hasil penyelidikan petugas akhirnya mengungkap identitas para pelaku. Terutama didapat informasi bila seseorang, sempat mereparasi komputer di tempat kejadian. Ke-5 pelaku dibekuk di rumah masing-masing.
Dalam aksi pertama, RY mengajak teman-temannya bermain di lapangan dekat SMP I Iskandar Muda dan mempersiapkan sebuah obeng untuk merusak pintu sekolah.
Kedua, mengajak 4 teman-temannya dan sebelum beraksi mereka berpura-pura mencari buah cerry di dekat sekolah menunggu situasi sepi.
"Tidak ada yang menyangka, pelaku pencurian adalah seorang anak di bawah umur dan masih bersekolah. Perkara ini sekarang ditangani PPA Polres Malang," kata Kasubaghumas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi kepada wartawan, Kamis (21/3/2013).
Pada saat pemeriksaan, RY mengaku jika pernah pula mengambil sebuah bola dan uang milik guru.
"RY tidak tinggal bersama orang tuanya, dia kurang perhatian dan pengawasan. Karena mereka masih bersekolah, kita kembalikan kepada orangtuanya. Tapi proses hukum di sini masih lanjut," beber Soleh.
(fat/fat)











































