Setelah mendapat teror bom melalui ponsel bernomor 085755760327 ini, semua kegiatan di sekolah dihentikan. Tak hanya itu, tim penjinak bom dari Brimob Subden 1 C Polda Jatim juga diturunkan.
Satu per satu ruangan dan semua sudut sekolah dicek menggunakan alat metal detector. Bahkan, selokan asbes ruangan dan vas bunga, tak luput dari pengecekan. Hal ini untuk membuktikan agar keberadaan bom bisa diketahui.
Kepala SDN II Gondang, Suwardi saat dikonfirmasi detiksurabaya.com mengatakan, teror bom terjadi dua kali. Pertama terjadi Selasa (19/3/2013) tadi malam. "Teror bom juga diterima pagi tadi," katanya melalui telepon.
Isi SMS ancaman bom tersebut adalah 'KALI INI SEMUA MASIH SELAMAT KEMARIN, JANGAN MAIN2 DAN JANGAN LAPOR POLISI'. Sejumlah guru yang mendapat SMS itu adalah Suwardi selaku kepala sekolah, Muspiyah, Sri Hartini dan Tri Wahyuning.
"Semuanya mendapat SMS yang sama dan dari nomor HP yang sama juga sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi," ujar Suwardi.
Setelah mendapat SMS itu, pihak sekolah sangat khawatir. Kegiatan sekolah dihentikan. Semua siswa pulangkan lebih awal. Pada pukul 10.00 WIB, dilakukan penyisiran oleh 7 Anggota Gegana Brimob Kediri. Hasilnya tidak ditemukan adanya BOM di TKP.
Sementara Kapolres Kediri AKBP Deny Dariyadi saat dikonfirmasi belum ada jawaban. Saat dihubungi via telepon genggamnya, terdengar nada sambung namun tak ada jawaban.
(fat/fat)










































