Dari informasi yang dihimpun, kerusuhan bermula dari blok narapidana kasus Narkoba yang kebanyakan merupakan narapidana layaran dari Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.
Sedangkan dua orang sipir yang mengalami luka akibat diserang narapidana bernama Sunarno (52) dan Daryanto (46). Keduanya diserang saat bertugas melakukan pengecekan ruang tahanan.
"Tanpa tahu penyebabnya, tiba-tiba saya diserang oleh para narapidana. Saya berusaha menenangkan, namun mereka sudah kalap, dan melemparkan barang yang ditemui seperti batu, kayu dan kursi. Saya dan Pak Daryanto mengalami luka karena diserang napi," ujar Sunarno kepada wartawan, Rabu (20/3/2013).
Sementara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 Ngawi Imam Sutoto mengungkapkan pihaknya sudah berupaya untuk menenangkan narapidana yang mengamuk, namun karena situasi makin panas para sipir akhirnya memilih mundur.
"Kita mau menertibkan tapi kalah jumlah sehingga mundur sambil menunggu bantuan polisi," ucapnya.
Untuk menghindari kerusuhan makin meluas, tiga truk yang berisi puluhan personel Polres Ngawi bersenjata lengkap diterjunkan di lokasi kejadian.
(bdh/bdh)










































