"Saat itu saya sedang mengunjungi teman, lalu ada suara gaduh dari dalam penjara. Tiba-tiba puluhan penghuni LP keluar dan teriak-teriak sambil membawa pentungan. Mereka kemudian memecahkan kaca–kaca kantor," kata Aris, seorang pembesuk asal Paron, Ngawi, kepada detiksurabaya.com , Rabu (20/3/2013).
Dari informasi yang dihimpun, kerusuhan sekitar pukul 12.00 WIB bermula dari blok narapidana kasus Narkoba yang kebanyakan merupakan narapidana layaran dari Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.
Kejadian ngamuknya para narapidana dibenarkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 Ngawi Imam Sutoto. Menurutnya, pihaknya saat ini sudah berupaya untuk menenangkan narapidana yang mengamuk. Namun karena situasi makin panas para sipir akhirnya memilih mundur.
"Awalnya ada sipir yang diserang oleh narapidana saat melakukan pengecekan ruang tahanan. Kita mau menertibkan tapi kalah jumlah sehingga mundur sambil menunggu bantuan polisi," ucapnya.
Untuk menghindari kerusuhan makin meluas, tiga truk yang berisi puluhan personel Polres Ngawi bersenjata lengkap diterjunkan di lokasi kejadian.
(bdh/bdh)










































