Warga Genuk Watu Barat Gang II No 95 ini mengaku, kedatangannya ke Makodam V/Brawijaya tak lain ingin mencari kejelasan kasus tabrak lari terhadap anaknya Rifki Andika (12) yang melibatkan anggota Polisi Kompol Joko Sumantri di Jalan Letjen S Parman Kota Malang.
Menurutnya, kedatangan dia ke Makodam V dikarenakan Pangdam V/Brawijaya baru ganti sehingga ia perlu menjelaskan dan memberikan semua data serta bukti agar kasus anaknya bisa segera terungkap dan keadilan ditegakkan.
"Belum ada nilai puas. Hanya pertemuan. Saya kesini sambil membawa data-data persidangan serta surat langsung perjanjian antara Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim yang akan memproses kematian anak saya semuanya saya serahkan untuk dipelajari," katanya kepada wartawan di Dinas Penerangan Kodam V/Brawijaya, Selasa (19/3/2013).
Indra juga mengaku sangat emosi dengan Kapolda Jatim usai dijabat Irjen Pol Firman Gani. Karena setelah tak lagi dijabat Firman Gani, kasus tabrak lari yang mengakibatkan anaknya meninggal tak lagi dilanjutkan.
Bahkan dirinya sempat diberi amplop berisi uang Rp 2,5 juta oleh Kapolda Jatim pada 2012 lalu dan dikembalikan. "Bikin emosi saja. Sekali lagi saya tak butuh uang, hanya butuh keadilan," tegasnya.
Sementara, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Letkol (inf) Totok Sugiharto berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Bidang Propam Polda Jatim dan Denpom AD Kodam V/Brawijaya.
Dalam aduan Indra, ia menegaskan pihaknya sama sekali tidak akan melakukan intervensi.
"Akan ditindaklanjuti. Semua berkas akan dipelajari. Kasusnya Pak Indra ini awalnya, ada hukum kadaluarsa. Sudah ada yang dituntut hukum, ada juga masih belum kena hukum seperti Joko polisi itu yang masih bertugas," ujarnya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Indra sekitar 60 menit.
(bdh/bdh)











































