Kedua penjahat jalanan itu ditangkap saat berusaha kabur dengan melompat dari truk L-9140-WS yang ditumpangi secara diam-diam tanpa sepengetahuan sopirnya, Sugianto (40) asal Surabaya.
Begitu tertangkap, warga yang emosi sempat menghakimi pelaku hingga babak belur. Beruntung, aparat kepolisian segera datang dan mengamankan keduanya ke Mapolres Situbondo.
"Sekarang kedua pelaku masih diperiksa. Kita berusaha mengembangkan kasusnya. Karena kemungkinan mereka bukan kali ini saja beraksi melakukan kejahatan jalanan," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP H Sunarto, Selasa (19/3/2013).
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, aksi Slamet, warga Jalan Kupang Gunung Surabaya dan Eko, asal Mojokerto, mempreteli ban serep truk kontainer B-9813-WF bermuatan ikan tuna itu terjadi di sebuah warung tepi jalan raya Pasir Putih, Situbondo, dini hari tadi.
Saat itu sopir kontainer, Joni (47), warga Muara Angke, Jakarta Utara, sedang beristirahat hingga tertidur di warung itu usai mengambil muatan di Bali. Saat itulah kedua pelaku melancarkan aksinya dengan mempreteli ban serep kontainer B-9813-WF itu.
Joni sendiri baru tahu ban serepnya raib setelah dibangunkan si pemilik warung. Setelah dicek ternyata benar ban cadangannya sudah amblas. Berdasarkan keterangan pemilik warung, selama korban istirahat ada satu truk milik sebuah pabrik semen mampir di warungnya itu. Namun truk itu bertolak lagi sebelum Joni terbangun.
Merasa curiga, Joni pun berusaha melakukan pengejaran dengan diantar pemilik warung menggunakan mobil APV. Benar saja, tak jauh dari lokasi warung tersebut truk L-9140-WS milik sebuah pabrik semen itu sedang parkir membetulkan terpal di tepi jalan raya Pasir Putih Situbondo.
Setelah dicek, ban serep kontainer ada di truk tersebut. Sadar aksinya ketahuan, kedua pelaku yang ada di bak truk pun langsung melompat dan berusaha kabur ke arah perkampungan, namun berhasil ditangkap warga. Tahu di truknya ada ban curian, sopir truk L-9140-WS, Sugianto kaget bukan kepalang karena dia merasa tidak mencuri.
"Jadi, kedua pelaku itu penumpang gelap truk lain. Yang jelas keduanya adalah penjahat jalanan. Bisa jadi mereka anggota komplotan. Makanya pelaku masih kami periksa untuk didalami," tutur AKP Sunarto.
(fat/fat)











































