Karyawan SPBU Dirampok, Rp 150 Juta Melayang

Karyawan SPBU Dirampok, Rp 150 Juta Melayang

Bruriy Susanto - detikNews
Senin, 18 Mar 2013 22:14 WIB
Sidoarjo - Seorang karyawan SPBU Klagen Balongbendo, Sidoarjo, dirampok kawanan bandit jalanan di Jalan Raya Tropodo, Krian. Uang Rp 150 juta melayang dibawa kabur para pelaku.

Uang ratusan juta rupiah itu dibawa bendahara SPBU, Abdul Munir (59), warga Lebo, Sidoarjo. Munir saat itu dibonceng cleaning service SPBU Edi Suprapto menggunakan motor bebek.

Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Senin (18/3/2013), perampokan itu terjadi saat Munir dan Edi hendak menyetorkan uang ke Bank Mandiri cabang pembantu Krian.

blum ada 100 meter meninggalkan SPBU, motor yang dikendarai kduanya ditabrak salah satu plaku.

"Munir dan Edi baru saja keluar dari SPBU dan langsung ditabrak dari belakang dan jatuh. Pelaku kemudian mengambil uang yang mereka bawa," kata sumber detiksurabaya.com di kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Ketika terjadi perampasan uang, korban berusaha mempertahankan dengan memberikan perlawanan. Munir berusaha menarik tas plastik tempat ia menyimpan uang. Munir berhenti mempertahankan uang setelah ia ditodong sebuah pistol.

"Karena korban melawan, pelaku mengeluarkan pistol dan menghentakkan tembakan sebanyak 2 kali. Uang dalam plastik langsung dilepaskan," terang sumber tersebut.

Mengetahui korbannya pasrah, para pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari 6 orang itu langsung kabur sambil membawa uang hasil rampokannya.

"Pelaku pertama sebanyak 4 orang yang menggunakan motor Yamaha Jupiter berhasil membawa tumpukan uang pertama sekitar Rp 118 juta. Sedangkan sisanya sekitar Rp 58 juta tidak dibawa," ujar sumber tadi.

Uang sebesar Rp 58 juta, lanjut sumber tadi, berserakan di jalan dan berhasil diselamatkan. Namun, uang tumpukan ketiga yang hendak diambil oleh Munir dan Edi, ternyata langsung dirampas pelaku yang amenghampiri mereka.

"Saat korban hendak mengambil uang yang berserakan di jalan selain Rp 58 juta, ternyata pelaku yang mengendarai Suzuki Satria datang menghampiri dengan mengacungkan pedang. Korban terpaksa melepaskan uang yang pada tumpukan ketiga," ujar sumber lagi.

Uang yang ada pada tumpukan ketiga itu diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Kedua korban kalau menyetorkan ke bank selalu mencapai Rp 200 juta. "kalau setor itu 3 hari sekali ke Bank Mandiri Krian," kata sumber tadi menirukan perkataan Munir.

Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya ketika dikonfirmasi detiksurabaya melalui ponselnya tidak diangkat, walaupun ada nada deringnya.

(iwd/iwd)
Berita Terkait