Ke 5 siswa tersebut adalah Dodi, Wahyu, Riko, Supri dan Jodi. Semuanya berusia belasan tahun dan masih duduk di bangku SMP.
Selain lima peserta kemah, pembina pramuka, Sutrisno juga ikut menjadi korban. Kakak pembina yang masih berstatus mahasiswa ini ikut meregang nyawa saat berusaha menolong siswanya.
"Tahu-tahu orang ramai-ramai, saya langsung mendekat dan membantu mengevakuasi jenazah," kata Rudi, seorang warga kepada detiksurabaya.com.
Terkait kronologi kejadian, belum ada keterangan resmi. Sedangkan seorang pembina lain yang selamat kondisinya kritis dan mendapat perawatan intensif di Puskesmas Kebonagung.
"Tadi saat dipegang masih ada detak nadinya," ungkap seorang petugas Puskesmas tentang kondisi pria yang belum diketahui identitasnya.
Pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 16.00 WIB seluruh korban tewas berada di RSUD Pacitan, Jl. DI Panjaitan. Usai menjalani visum, satu per satu jenazah diserahkan kepada keluarga korban.
Tangis keluarga korban pun pecah mengiringi pemberangkatan ambulans yang membawa para korban. Sebagian terlihat shock hingga tak sadarkan diri.
(ze/ze)











































