"Saat itu kami pulang sekolah. Saya ada di belakang korban yang naik motor. Saya melihat ada kereta hendak melintas dari arah timur. Namun Deni tetap saja melaju kencang tanpa melihat kiri dan kanan. Karena Kereta Api sudah dekat, dia dan motornya tertabrak dan terpental," kata pelajar SMA Negeri 2 Mejayan, Lian Hadi (16) kepada detiksurabaya.com, Senin (11/02/2013).
Kejadian bermula saat pemuda 16 tahun itu hendak pulang ke rumahnya dari sekolahnya di SMA Negeri 2 Mejayan. Deni mengendarai motor Jupiter nopol AE 2596 GB. Ketika menyeberang di perlintasan Kereta Api Bungkus tak jauh dari rumahnya, pelajar yang masih kelas 10 tersebut tidak melihat kiri kanan sehingga tertabrak kereta api.
warga Dusun Dukuh Desa Kebonagung Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun itu tewas mengenaskan setelah tertabrak Kereta Api Malioboro dengan nomor lokomotif 7019 CC 20404 yang datang dari Malang ke arah Yogyakarta.
Selain kelalaian pengendara motor, kecelakaan yang terjadi juga disebabkan perlintasan Kereta Api dilokasi kejadian tak berpalang pintu.
"Dari keterangan saksi, korban tertabrak karena lalai sebab tidak menengok kiri dan kanan saat KA Malioboro melintas. Selain itu perlintasan ini juga tak ada palang pintunya, padahal jalan ini cukup ramai," ucap Kapolsek Mejayan, Kompol Djumadi.
Usai diidentifikasi oleh petugas, jenazah Deni Setiawan kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Caruban untuk dilakukan otopsi.
(iwd/iwd)











































