"Kejadian ini sama seperti yang dialami rekan kami Muzaki," ujar Norman, rekan korban, Jumat (8/3/2013).
Norman menerangkan, pelaku pembacokan yang dialami Mahmudi juga berkaitan dengan aksi demo yang mengkritisi kebijakan Bupati Fuad Amin dan menolak pelantikan bupati terpilih Makmun Ibnu Fuad (putra bupati sebelumnya) pada Rabu dan Jumat pekan lalu.
Usai demo di gedung DPRD Kabupaten Bangkalan, pada malam harinya Muzaki yang sedang mengendarai sepeda motor sendiri, tiba-tiba dibacok orang tak dikenal.
"Pembacokan ini kemungkinan ada kaitannya dengan aksi yang kami lakukan," tuturnya.
Cara pembacokan yang dialami Mahmudi juga sama seperti yang dialami Muzaki. Sama-sama dibacok dari arah belakang saat mengendarai motor. Namun, waktu kejadiannya berbeda, karena Muzaki terjadi pada petang di tempat yang gelap, sedangkan Mahmudi di siang hari di dekat tengah kota.
"Kami menduga pelakunya adalah sama dari kelompok mereka (pro bupati)," jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mahmudi adalah aktivis yang getol mengkritisi kebijakan Bupati Bangkalan di era Fuad Amin, yang dinilai tidak pro rakyat.
Mahmudi akhirnya dibacok dua orang berboncengan motor, usai makan di rumah makan Ramayana Jl Soekarno Hatta pada Jumat (8/3/2013) sekitar pukul 14.00 wib.
Akibat sabetan senjata tajam diduga jenis parang, Mahmudi mengalami luka bacok mengangga di bagian punggung sepanjang sekitar 25 cm dan bagian lengan kiri sepanjang 7-8 cm.
(roi/iwd)










































