Ambruknya gedung yang dibangun dari dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat–Mandiri Pedesaan (PNMP-MP). Kejadian itu akibat kontruksi bangunan kurang sempurna.
"Memang kurang sempurna. Ini kan basisnya pemberdayaan dan kita sudah sering mengarahkan dan mengingatkan agar masyarakat merasa bertangung jawab untuk membangun desa. Saya tidak setiap saat ada di sini untuk mengawasi," kata Fasilitator Tehnik (FT) Kecamatan Lekok PNPM-MP, Sasmito saat dikonfirmasi, Selasa (5/3/2013).
Sasmito menegaskan bantuan dari PNMP bersifat pemberdayaan, maka masyarakat harus pro aktif dalam pembangunan gedung sekolah sekaligus mengawasinya. Itulah sebabnya, kata dia, pembangunan dan pengawasan diserahkan sepenuhnya pada masyarakat dalam hal ini Tim Desa.
"Harapannya pasti akan baik kalau mereka ingin membangun. Tapi itulah, memang kurang sempurna. Selain saya sebagai FT, masyarakat yang bertanggug jawab," ujarnya.
Sasmito menjelaskan secara tehnis dana sebesar Rp 184 juta cukup untuk membangun gedung sekolah 3 ruangan seluas 8x23,5 meter persegi. Namun jika dalam proses pembangunannya tidak sesuai dengan rab-desain, maka bisa terjadi hal yang tidak dinginkan.
"Kalau memang dikerjakan sesuai pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Secara tehnis bukan saya sendiri yang memutuskan tapi juga atasan saya," tandasnya.
Kepala Desa Tampung yang disebut punya kapasitas memberikan penjelasan mengenai ambruknya gedung sekolah tersebut tidak bisa ditemui. Namun Camat Lekok, Sundoro menegaskan, pihaknya akan segera mengambil tindakan agar hal serupa tidak terulang.
"Nanti kita lihat secara tehnis pantaskah bangunan ini. Setelah itu kita akan upayakan untuk memperbaikinya. Besok akan segera kita lakukan dan tidak sampai seminggu akan selesai," tandas Sundoro.
Gedung madrasah diniyah yang juga dimanfaatkan untuk sekolah formal TK dan SD di Dusun Tampung Baru, Desa Tampung, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan roboh. Padahal gedung yang dibangun dari dana PNPM-MP itu baru selesai dibangun sekitar 5 bulan lalu.
Seluruh struktur atap di 2 ruangan gedung sekolah ini ambruk dan rusak parah. Yang tersisa hanya kepingan atap dan reruntuhan material lain seperti beton dan kayu. Beruntung saat kejadian gedung sedang kosong.
(fat/fat)











































