Menurut Mulyadi, belum lama ini telah beredar LKS tingkat SMP yang memuat gambar bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa atau Miyabi. Saat ini, LKS yang memuat materi tak sesuai kaidah fiqih kembali beredar.
Mulyadi sangat menyesalkan hal tersebut. Sebab, kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) menuai banyak kritik di mata masyarakat. Sebab, materi LKS itu terdapat kesalahan sangat prinsip dan mendasar.
"Kenapa LKS itu bisa terbit dan diedarkan. Harusnya dicek terlebih dahulu agar kesalahan yang lalu (foto Miyabi) tak terulang," kata Mulyadi saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya, Selasa (5/3/2013).
Mulyadi juga menegaskan, tim penyusun dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) itu adalah guru agama. Seharusnya, ada verifikasi terlebih dahulu mengenai muatan materi sebelum diedarkan.
"Harusnya, tim lebih jeli dan profesional," ujarnya.
Kesalahan mendasar dan sangat prinsip yang dimuat pada LKS itu, semisal hukum salat jumat dan jenazah itu sunah, menurut Mulyadi sangat membahayakan. Sebab, hal itu bisa menjadi acuhan hukum Islam yang dianut para siswa.
"Seterusnya harus lebih jeli lagi. Ini mengenai pendidikan dan harus dilakukan dengan baik," pungkasnya.
Sebelumnya, lembar kerja siswa (LKS) di Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan. Belum lama beredar LKS bergambar Miyabi, kali ini LKS Agama Islam tingkat SMP terdapat materi keagamaan yang dianggap tidak sesuai dengan fiqih.
(fat/fat)











































