Peristiwa yang diduga akibat sakit hati pelaku terhadap korban yang melarangnya minum-minuman keras di warung milik korban.
Karena kesal, Sukron langsung pergi dan minum-minuman keras bersama dua temannya dan pulang mengambil pedang dirumahnya kemudian menghunuskan pedang ke leher korban saat melayani pelanggan.
"Saat itu, korban sedang melayani tiga orang. Tersangka langsung menusuk leher korban. Korban kritis langsung dilarikan ke UGD RSUD Ibnu Sina Gresik, tapi korban meninggal dunia saat perjalanan menuju ke RSU dr Soeotmo," kata kasatreskrim Polres Gresik, AKP M Nur Hidayat kepada wartawan, Minggu (3/3/2013).
Menurut Nur Hidayat, korban mengalami luka tusuk di leher sedalam 10 cm yang menyebabkan meninggal dunia serta banyak kehilangan darah.
Usai menusuk, tersangka tidak melarikan diri, tapi langsung pulang ke rumah. Hingga petugas mengamankan tersangka.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Nur Hidayat, korban ini adalah pelampiasan tersangka karena saat itu mabuk berat. Kebetulan, tersangka pernah ditegur oleh korban agar tidak minum-minuman keras di warung.
"Pelaku mengaku jika dirinya sebenarnya marah terhadap Mahrus karena dituduh mengajak minum adiknya. Karena tidak terima, pelaku berusaha mencari Mahrus tapi tidak ketemu hingga akhirnya bertemu korban dan langsung menusuknya," tandas Nur Hidayat.
Dalam pengakuan Hamdani, mengaku dirinya nekat menusuk korban lantaran sakit hati dilarang minum di warung milik korban.
"Korban saya tusuk sekali dengan sebilah pedang. Saya sakit hati karena dilarang minum, sementara ada orang lain minum tidak dilarang," katanya kepada penyidik saat diperiksa di Polsek Duduk Sampeyan.
Sementara itu, menurut keterangan tim penyidik polsek Duduksampean, jenazah korban penusukan sudah dimakamkan sekitar pukul 07.00 Minggu (3/3/2013) pagi.
(ze/ze)










































