Perairan Pacitan Rawan, Bupati Pimpin Patroli Terpadu

Perairan Pacitan Rawan, Bupati Pimpin Patroli Terpadu

Purwo S - detikNews
Sabtu, 02 Mar 2013 15:25 WIB
Pacitan - Kerawanan di wilayah perairan Pacitan menyita perhatian pemerintah kabupaten setempat. Terlebih di pesisir selatan Kota 1001 goa sepanjang 74 km terdapat banyak pantai yang berpotensi jadi jalur penyelundupan imigran gelap.

"Oleh karena itu kita berupaya menguatkan peran Pokwasmas (kelompok pengawas masyarakat)," ujar Bupati Indartato di sela pemantauan wilayah Perairan Teluk Pacitan dengan kapal motor, Sabtu (2/3/2013) siang.

Elemen masyarakat yang terdiri dari para nelayan, lanjutnya, diharapkan lebih pro aktif memantau serta menyampaikan laporan kepada aparat terkait jika mendapati potensi pelanggaran hukum di laut.

"Selama ini dari 16 pokwasmas yang ada, fungsi koordinasinya sudah berlangsung baik. Tetapi kerjasama lintas sektoral harus terus dipupuk supaya potensi kerawananan maupun konflik dapat dicegah," terangnya didampingi Kasatpolair dan personel TNI AL.

Pengawasan dengan melibatkan langsung masyarakat dinilai efektif. Sebab, para nelayan umumnya lebih menguasai medan. Selain itu, kuatnya solidaritas diantara mereka menjadikan para nelayan tersebut memiliki jejaring informasi bagi aparat.

Selain rawan penyelundupan manusia perahu, kawasan perairan Pacitan juga sering menjadi tujuan nelayan daerah lain memburu bernilai ekonomi tinggi. Celakanya, tidak jarang mereka menangkap ikan dengan cara terlarang. Semisal menggunakan potassium atau pukat harimau.

"Dulu memang banyak ditemukan praktek semacam itu. Alhamdulillah berkat peran pokwasmas beberapa tahun terakhir jumlahnya terus menurun," tambah Bripka Endro Wibowo, Kasatpolair Pacitan saat berbincang dengan detiksurabaya.com di atas kapal.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, pokwasmas berhasil menggagalkan praktek ilegal tersebut. Bahkan diantara anggota pokwasmas, sudah menjalin kesepakatan terkait penggunaan alat-alat tangkap tertentu yang diizinkan sesuai dengan wilayah yang ada.

"Harapannya, aktivitas sesama nelayan tidak saling mengganggu. Demikian pula kelestarian hayati laut tetap terjaga," imbuh Fatkhurrozi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat yang ikut dalam patroli.

(fat/fat)
Berita Terkait