Suasana mulai tegang saat massa tidak diperbolehkan masuk ke halaman gedung dewan. Karena dihalau polisi, mobil komando bergerak mundur.
Mobil komando (pick up yang membawa sound system) milik massa menghujat Bupati Bangkalan Fuad Amin dan mengkritisi hasil pilkada yang dinilai cacat hukum, tertahan di pintu masuk halaman.
Polisi yang berjaga di luar pintu pagar, dari Sabhara. Sedangkan petugas yang berada di sisi dalam, berasal dari Brimob Polda Jatim. Mereka dilengkapi peralatan tameng serta pentungan sepanjang 2 meter.
Kapolres Bangkalan AKBP Endar yang berada di belakangny, dibantu anak buahnya, turut menghadang bagian belakang mobil. Karena terdesak, polisi di belakang mobil berhamburan menyelamatkan diri agar tidak terlindas.
Saat itu, mobil komando berhasil menjebol pintu pagar. Sementara Brimob menghalaunya dengan tameng dan pentungan sepanjang sekitar 2 meter.
Brimob balik mendesak maju, hingga pendemo berhamburan. Massa yang berada di belakang atau di dekat Jl Soekarno Hatta membalasnya dengan lemparan kursi, batu maupun pentungan atau kayu.
(fat/fat)










































