Gelar Demo, Mahasiswa Pacitan Sebut KPK Galau

Gelar Demo, Mahasiswa Pacitan Sebut KPK Galau

Purwo S - detikNews
Rabu, 27 Feb 2013 14:40 WIB
Pacitan - Sejumlah aktivis mahasiswa Pacitan yang tergabung dalam Gerakan Peduli Anti Korupsi (GPAK), Rabu (27/2/2012) turun ke jalan. Mereka menilai KPK saat ini sedang galau.

Ini karena adanya indikasi desakan dari pihak eksternal KPK sehingga membuat lembaga anti rasuah itu hanya menjadi alat para politisi saling menjatuhkan.

"Kami melihat KPK sedang galau. Oleh karena itu kami menggelar aksi ini untuk memberi semangat kepada KPK," kata Mulyadi, koordinator aksi saat berorasi di Jl JA Suprapto, ruas depan Kantor Bupati Pacitan.

Para mahasiswa juga menyorot kasus bocornya Surat Perintah Penyidikan (sprindik) terhadap Anas Urbaningrum. Surat tersebut semestinya merupakan rahasia negara. Namun kenyataannya bisa lolos dan menjadi konsumsi masyarakat. Karenanya, KPK diminta menjalankan tugas sesuai prosedur hukum dan kode etik.

Mereka juga menilai, selama ini KPK dalam melaksanakan tugas masih tebang pilih. Buktinya, penuntasan kasus besar semacam Bank Century dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia hingga saat ini belum menemukan titik terang.

"Semua kasus grang corruption dan national interest seharusnya menjadi prioritas KPK dalam bertindak," teriak Mulyadi sambil memanjat pagar kantor bupati disambut yel-yel rekan-rekannya.

Dalam aksi damai yang berlangsung singkat, mahasiswa juga menagih komitmen SBY yang selalu menggaungkan pemberantasan korupsi. Namun di lain pihak masih terkesan malu-malu dalam memberikan ketegasan dalam tiap kasus korupsi.

Presiden juga diminta untuk kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai kepala negara dengan meninggalkan hiruk-pikuk partainya. Selama aksi, mereka membentangkan spanduk dan poster. Diantaranya bertuliskan

"SBY mana janjimu? Katakan tidak pada korupsi, tegakkan keadilan, bebas intervensi, tanpa tebang pilih", "Mana janjimu SBY? Rakyat kecewa" dan "Adili koruptor."

Meski hanya berlangsung singkat dengan jumlah massa tak lebih 10 orang, namun aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Usai berorasi di depan pendopo kabupaten, para mahasiswa membubarkan diri menuju Gedung Gasibu Swadaya, Jl Ahmad Yani.

"Berani Korupsi, Siap Mati," teriak massa sambil meninggalkan pusat pemerintahan Kota 1001 Goa.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini