"Uang yang hilang di dalam brankas diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Uangn itu sedianya untuk kegiatan LKS, Try Out dan bayar guru penjaga dan koreksi kegiatan Try Out mendatang," kata Pudji Suminiwati kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (26/02/2013).
Kepala Sekolah SMKN 2 Buduran itu menjelaskan, uang ratusan juta rupiah itu tidak berada dalam satu brankas melainkan ada di sejumlah brankas berbeda.
"Uang itu kebanyakan di ruang Bank Mini. Masing-masing brankas ada yang berisikan Rp 132 juta, Rp 40 juta, Rp 56 juta," terang Pudji.
Pudji melanjutkan, uang itu biasanya sudah disetorkan ke Bank. Namun karena diperlukan untuk persiapan kegiatan sekolah, maka uang itu belum disetorkan ke bank.
"Biasanya uangnya sudah disetorkan ke bank kalau memang tidak digunakan untuk keperluan lainnya. Tapi, memang tidak disetorkan dulu karena diperlukan untuk persiapan kegiatan sekolah," pungkas Pudji.
(iwd/iwd)










































