Ribuan rumah akibat banjir bandang itu tersebar di 7 kecamatan, antara lain Kecamatan Suboh, Kendit, Panarukan, Besuki, Bungatan, Sumbermalang dan Kecamatan Jatibanteng.
Selain ribuan rumah warga, banjir juga merusak infrastruktur seperti banyaknya jalan aspal yang tergerus dan jembatan rusak.
"Bahkan ada ratusan Kepala Keluarga di Desa Gunungmalang, Kecamatan Suboh, yang sekarang kekurangan air bersih. Sebab satu-satunya pipa penyuplai air bersih terputus akibat banjir. Untuk mencukupi kebutuhan warga, tiap dua hari sekali kami mengirim air bersih ke desa itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin kepada detikSurabaya.com, Senin (25/2/2013).
Dari data di BPBD Situbondo, dari jumlah 1.591 rumah yang rusak itu terbanyak berada di Kecamatan Kendit, yakni mencapai 708 rumah. Ratusan rumah warga kebanjiran itu akibat luapan Kali Kukusan dan Kali Midun yang tak mampu menampung derasnya air hujan.
Selain itu, di Kecamatan Suboh rumah rusak juga tergolong banyak, yakni mencapai 374 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 26 diantaranya rusak berat. Dari jumlah rusak berat itu, 10 unit diantaranya berada di bantaran Kali Deluwang Desa Ketah yang meluap akibat hujan deras.
"Untuk 10 rumah itu sekarang sudah tidak ditempati. Selain kondisinya rusak parah, penghuninya juga takut terjadi banjir susulan. Saat ini mereka sedang mengungsi ke rumah-rumah saudaranya. Makanya kami sendiri sedang merencanakan relokasi bagi mereka. Sekarang kami masih koordinasi dengan kepala desanya," imbuh Zainul.
Sementara infrastruktur rusak juga tersebar di 5 Kecamatan di Situbondo antara lain, putusnya saluran pipanisasi di Kecamatan Suboh, serta jalan aspal tergerus di Kecamatan Besuki dan Kecamatan Jatibanteng.
Selain itu, sebuah jembatan di Desa Kalirejo Kecamatan Sumbermalang juga terputus diterjang banjir dan jebolnya tanggul Kali Mlandingan Kecamatan Mlandingan. Kerusakan infrastruktur itu membuat arus transportasi, ekonomi masyarakat, dan anak sekolah jadi terganggu.
"Untuk kerusakan infrastruktur itu kita akan melakukan penanganan darurat. Sementara kita akan mengerahkan alat berat untuk melakukan perbaikan sementara," tandasnya.
(ze/ze)










































