"Alhamdulillah, ibu sudah dilayani dengan baik. Ibu sudah bisa berobat di sini dengan gratis," kata Nurhadi (38), anak Suminah kepada detiksurabaya.com, Rabu (20/2/2013).
Nurhadi menjelaskan, setelah sempat ditolak pihak rumah sakit saat chek in kemarin, tadi malam akhirnya diperbolehkan masuk. Bahkan, dokter meminta Suminah agar dirawat inap gratis di kelas II dengan harga semula Rp 75 ribu per malam.
Hingga kini, kesehatan Suminah diperiksa di ruang Padjajaran untuk persiapan operasi amputasi kaki kanannya. "Rencananya hari ini kaki ibu diamputasi. Tapi masih belum pasti juga," ujarnya.
Sementara menurut dokter, pada kaki Suminah, ada ulcus atau gerowong dengan diameter 2,5 cm. Lubang ini muncul karena kakinya terdapat luka bisul. Karena mengidap diabetes, bisul itu menjadi borok dan memaksanya tak bisa berjalan.
Secara terpisah, Direktur RSUD dr Sudjatmiko mengatakan, pasca Suminah chek in, pihaknya terus memantau kesehatannya. Ulcus berdiameter 2,5 cm pada kaki kanannya itu menjadi fokus pantauannya.
Dia menambahkan, Suminah saat ini mengidap diabetes dengan kadar gula 400. Idealnya, manusia sehat hanya butuh kadar gula di bawah 140. Begitu juga HB-nya hanya 8. Idealnya di atas 10.
"Kita tunggu dulu perkembangannya apakah nanti diamputasi atau tidak. Kita lakukan tranfusi darah dan jaringan dulu. Soal kemarin itu bukan ditolak, tapi memang kamar kelas III sudah penuh semua," kata Sudjatmiko di kantornya.
(fat/fat)










































