"Sebelumnya kami minum arak bareng di taman makam pahlawan Rambipuji. Setelah mabuk itulah muncul ide mencuri itik untuk dibakar. Kebetulan saya sendiri lapar setelah pesta minuman keras," kata tersangka, Gora Adi Ismiyanto (22), kepada detiksurabaya.com, Rabu (20/2/2013).
Setelah itu, Adi menuju kandang itik yang memang tempatnya tidak jauh dari tempat mereka melakukan pesta miras. "Saya waktu itu mengambil dua ekor itik, dan saya bawa kembali ke tempat di mana kami berkumpul," aku Adi.
Bahkan dua ekor itik hasil curian itu, sempat dibakar dan dimakan bersama–sama. Namun tak berselang lama, tiba–tiba mereka didatangi beberapa warga yang sebelumnya mengetahui aksi pencurian itik di kandang itik milik Riyanto itu. Dua teman Adi berhasil kabur dengan naik sepeda motor. Sedangkan Adi akhirnya tertinggal.
"Saya ketinggalan karena masih mencari sendal. Akhirya saya tidak bisa kabur dan ditangkap warga. Setelah itu saya dipukuli beramai–ramai," kata Adi.
Kanitreskrim Polsek Rambipuji Aiptu Muhammad Hasan mengakui menerima penyerahan seorang tersangka pelaku pencurian itik dari masyarakat. Menurut Hasan, pihaknya masih meminta keterangan tersangka dan sejumlah saksi.
"Termasuk pemilik itu juga kita mintai keterangan," tambah Hasan.
Mengenai dua teman tersangka yang sempat terlibat pesta miras, Hasan mengaku masih melakukan penyelidikan, apakah keduanya juga terlibat aksi pencurian.
"Kalau pengakuan tersangka, dia mengaku mencuri sendiri. Tapi akan kita periksa terus apakah dua temannya juga terlibat dalam aksi pencurian itu," kata Hasan.
(fat/fat)










































