Warga yang datang membawa truk dan ratusan motor langsung memblokir gerbang masuk pabrik. Mereka membawa penggeras suara serta puluhan poster dan spanduk tuntutan. Warga menuntut agar kuota 60% pekerjaan diberikan kepada warga Desa Tanggulangin.
"Kami menagih janji Nestle yang katanya akan mensejahterakan warga desa. Namun kenyataannya sama sekali tidak ada," kata korlap aksi, Saiful Rizal di lokasi, Rabu (20/2/2013).
Selain meuntut pekerjaan, warga juga menuntut kompensasi berdirinya pabrik di desa mereka. Warga menuntut agar Nestle melakukan pembangunan fisik berupa tempat ibadah, paving jalan kampung, KM/WC umum, irigasi serta pembanguan atau rehab sekolah. Warga juga menuntut pemulihan lahan pertanian sebagai dampak pengaruh limbah pabrik dalam satu tahun.
“Kalau dirupiahkan Rp 300 juta per tahun harus dikeluarkan Nestle untuk masyarakat desa Tanggulangin,” tandas Saiful.
Aksi warga mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
Sementara perwakilan PT Nestle Bambang Wahyudi mengatakan pihak perusahaan menjanjikan seminggu lagi akan memberikan jawaban tuntutan warga.
(iwd/iwd)










































