"Kejadiannya sekitar jam 5," kata Supriyanto, saksi mata kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, saat longsor terjadi arus lalu lintas tidak terlalu ramai. Apalagi cuaca sedang hujan rintik. Tiba-tiba, bongkahan batu di atas tebing runtuh. Kejadian itu disusul longsoran berikutnya hingga panjangnya mencapai 10 meter.
"Tadi pas kejadian ada pengguna jalan yang sedang melintas. Untung bisa terhindar," tambahnya.
Pantauan detiksurabaya.com di lokasi kejadian, hingga pukul 18.00 WIB arus lalu lintas masih terhenti total. Antrean kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 dari ke dua sisi mencapai panjang 1 kilometer lebih.
Sebuah alat berat jenis wheel loader tampak bekerja membersihkan material longsoran. Sedangkan untuk mengurai kemacetan, aparat kepolisian mengalihkan jalur melalui ruas Pacitan-Purwantoro.
"Kita memang telah menyiagakan alat berat di jalur ini, terutama selama musim hujan," terang Purwanto, Kepala UPT Bina Marga Jatim di Pacitan kepada detiksurabaya.com.
Menurut Purwanto, lokasi longsor saat ini merupakan salah satu titik kritis di jalur provinsi tersebut. Selebihnya, masih ada puluhan lokasi rawan longsor lain yang berada di sepanjang ruas jalan sepanjang 80 kilometer.
(bdh/bdh)










































