Kepala Badan SAR Nasional Letnan Jenderal (TNI) Marinir Alfan Baharudin diwakili Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas Drs Max Ruland B. MM, MSc, mengatakan, diklat itu untuk meningkatkan kompentensi personel rescuer (penolong) di lingkungan Basarnas. Serta mendidik dalam kekompakan, kesatuan dan kebersamaan dalam tim.
"Ke depannya para rescuer Basarnas khususnya yang telah ikut Diklat Para Dasar ini harus mampu menjalankan tugasnya. Walaupun itu di medannya sulit yang hanya bisa dijelajah atau dijangkau dengan tehnik terjun payung," kata Drs Max Ruland B. MM, MSc.
Untuk itu, lanjut Max Ruland, dari total keseluruhan 62 peserta pasukan khusus Basarnas yang populer dengan BSG merupakan rescuer pilihan dari Kantor SAR se-Indonesia, akan mendapatkan materi teorinya secara kontinyu.
"Yang diajarkan adalah mengenalkan peralatan teknik yakni, tehnik masuk dan exit (keluar) dari pesawat, tehnik melayang dan mengemudi parasut, tehnik mendarat, melipat parasut, prosedur darurat (emergency), tehnik mengatasi seretan, orientasi droping zone," tandas dia.
Max Ruland menambahkan, apabila teori sudah mampu dan bisa dikuasi, maka mereka harus langsung mengaplikasikannya. Yang membawa parasut plus cadangannya seberat 17 kilogram, naik pesawat Cassa dengan ketinggian sekitar 1500 feet atau sekitar 400-500 meter. Bahkan, teknik itu dilakukan berulangkali hingga benar-benar mampu menguasai tekninya.
"Jika sudah bisa, maka harus terjun menggunakan parasut. Karena, Basarnas harus mampu menjawab tantangan ke depan yakni memberikan pelayanan di bidang SAR kepada masyarakat secara optimal," terang Max Ruland.
Seperti diketahui, lanjut Max Ruland, musibah bencana yang terjadi di tanah air begitu komplek unpredictable (tak bisa diprediksi). Apalagi Indonesia pernah merasakan getirnya bencana tsunami, gunung meletus, tanah longsor, banjir, dan kecelakaan-kecelakaan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara.
Yang menyebabkan musibah selalu menyisakan duka, kengerian hingga trauma. Untuk itulah, Basarnas harus siap setiap saat, bergerak cepat dan senantiasa memegang prinsip atau visi Basarnas, yaitu berhasilnya pelaksaan operasi SAR pada setiap waktu dan tempat dengan cepat, handal dan aman.
"Saya berharap dengan kemampuan yang telah dikuasainya itu mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi Basarnas di masa yang akan datang," pungkas.
(bdh/bdh)











































