Dari pantauan detiksurabaya.com, di Kelurahan Ledok Wetan, Bojonegoro kota, warga sibuk mengamankan barang harta bendanya, karena bengawan solo kembali meluap.
Luapan air sudah mulai menggenangi jalan–jalan poros desa, gang serta beberapa rumah warga yang berada di dataran rendah seperti di Kelurahan Ledok Wetan, serta Jalan poros Desa Ngablak, Kecamaatan Dander.
Pada Jalan poros desa di Ledok Wetan, genangan air mencapai ketinggian 40-60 cm. Hal ini membuat warga melakukan evakuasi harta bendanya untuk dipindahkan ke atas tanggul.
Salah satu warga Ledok Wetan saat ditemui detiksurabaya.com, Sanusi (45), menuturkan air masuk gang rumahnya sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saking cepatnya kenaikan air, membuat dirinya terpaksa harus evakuasi barang hartanya ke tanggul yang tak jauh dari rumahnya.
"Air datang pagi tadi jam tujuh, cepat sekali datangnya. Membuat kami sekeluarga panik dan kawatir jika naiknya air cepat seperti ini," ujar Sanusi di lokasi.
Sementara itu, hingga siang ini pukul 12.00 WIB, ketinggian air di papan duga TBS, Bojonegoro Kota 14.65 pielschall, di Karang Nongko 28.64 pielschall. Bahkan di Dungus Ngawi mencapai 835 atau menunjukan level Siaga 3.
Selain menggenangi rumah dan sebagian jalan desa, banjir luapan Bengawan Solo ini juga mengenangi sedikitnya 300 hektar areal persawahan di lima desa yakni, Desa Lebaksari, Kadungrejo, Puncang Arum, Kalisari, serta Tanggungan.
Kelima desa ini masuk wilayah kecamatan Boureno, tepatnya di bibir Sungai Bengawan Solo.
(ze/ze)










































