Aksi pengroyokan yang menimpa warga Desa Kisek, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan ini berawal ketika Saroni hendak makan di sebuah warung makan di Kelurahan Bugullor, Kota Pasuruan, Rabu (13/2/2013). Kedatangan korban membuat lima pria yang sedang minum miras terganggu.
Karena pikiran yang sudah dipengaruhi alkohol, kelima pemuda yang mengroyok korban awalnya mengeluarkan kata-kata hinaan yang membuat Saroni emosi.
Tidak terima dihina, korban bangkit dan menghardik para pelaku. Para pelaku yang menang jumlah serta dalam pengaruh alkohol semakin kalap. Kelimanya beramai-ramai menghajar korban. "Saya dipukuli dengan kursi dan kayu," imbuh Saroni meringgis kesakitan.
Pria yang sebenarnya bekerja di perusahaan lising bagian penagihan ini menduga, dirinya dikeroyok karena dikira seorang petugas yang berpakaian preman.
"Mereka mengira saya intel. Karena terganggu mereka sepertinya ingin saya pergi dari warung. Mereka mengatai saya dengan kata kotor, saya tidak terima," ujarnya.
Aksi pengeroyokan tersebut berlanjut beberapa menit sebelum akhirnya petugas dari Polsek Bugulkidul datang ke lokasi.
"Saat polisi datang mereka langsung kabur," ungkap korban sembari mengatakan meski dikeroyok dirinya tetap melawan.
Polisi kemudian menolong korban dan membawanya ke IGD RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan dengan mobil patroli. Korban menderita luka lebam di bagian wajah dan kepalanya bocor dan mendapat jahitan.
Polisi masih mendalami kasus pengeroyokan terhadap karyawan perusahaan lising tersebut. Belum diketahui motif sebenarnya dari pengeroyokan. "Nanti saja di kantor. Masih dikumpulkan keterangan," ujar salah seorang petugas di IGD.
(ze/ze)











































