Pelajar Akan Diajari Pasang Kondom

Pelajar Akan Diajari Pasang Kondom

Tamam Mubarrok - detikNews
Rabu, 13 Feb 2013 16:34 WIB
Pelajar Akan Diajari Pasang Kondom
Mojokerto - Kalangan pelajar menjadi sasaran utama penyuluhan program Keluarga Berencana (KB). Salah satu item materi penyuluhan adalah pelajar akan dikenalkan dan diajarkan bagaimana cara memasang alat kontrasepsi seperti kondom, spiral, pil KB dan lain sebagainya.

Penyuluhan dengan model seperti ini baru pertama kali ada di Kota Mojokerto. Penyuluhan dengan model pengenalan langsung kepada alat kontrasepsi tersebut ditengarai akan menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Kepala Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Mojokerto Bambang Joni Julianto mengatakan, program kerja tersebut akan segera dilakukan ke sejumlah institusi pendidikan di Kota Mojokerto.

Penyuluhan Itu dilakukan untuk mengantisipasi perilaku menyimpang seks pada usia remaja. Menurut Bambang, program ini sama sekali jauh dari legalisasi seks bebas.

"Kami memberi penyuluhan tentang dampak seks bebas. Mengingat masa SMA adalah masa produktif," kata Joni kepada detiksurabaya.com, Rabu (13/2/2013).

Bambang menjelaskan, saat penyampaian materi penyuluhan nanti, pihaknya akan membawa alat peraga kontrasepsi. "Bila memungkinkan akan disertakan cara pemasangan alat kontrasepsi seperti kondom, pil KB, susuk, suntik dan spiral," tambah Joni.

Joni menuturkan, perilaku remaja di Kota Mojokerto sudah mulai cenderung melakukan seks menyimpang. Banyak kasus penyimpangan perilaku berpacaran. "Semisal, melakukan hubungan laiknya suami-istri dengan pacar atau dengan pekerja seks komersil (PSK)," terang Joni.

Bagi pelajar, perilaku tersebut akan meningkatkan kerawanan pelajar untuk terjangkit penyakit kelamin. Selain itu, apabila disertai dengan kekerasan, perilaku seksual yang dilakukan pelajar bakal memiliki dampak hukum.

Penyuluhan dengan model pengenalan langsung terhadap alat kontrasepsi akan memberikan informasi secara gamblang tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Penyuluhan ini dikhawatirkan akan mengarah pada legalisasi seks bebas di kalangan pelajar.

Kandungan materi penyuluhan KB yang memuat pengetahuan tentang seksualitas. Termasuk, peragaan pemasangan alat kontrasepsi semisal kondom dan lainnya. Hal itu dapat dianggap belum layak disampaikan kepada remaja usia sekolah.

Namun Joni menenangkan dengan mengatakan jika program penyuluhan tersebut memiliki sasaran kalangan pelajar khususnya siswa kelas XII tingkat SMA dan sederajat.

"Penyuluhan dianggap telah sesuai dengan tingkatan umur dan perkembangan psikologi pelajar pada level tersebut," tandas Joni.

(iwd/iwd)
Berita Terkait